14 Kasus Virus Zika dari Hubungan Intim

19

mums29Washington, BP

Departemen Kesehatan Amerika Serikat tengah melakukan investigasi atas adanya laporan 14 kasus penyebaran virus Zika melalui hubungan seksual. Kasus tersebut terjadi pada beberapa perempuan yang sedang hamil.

Pusat Pengawasan Penyakit Menular Amerika Serikat (The US Centers for Diseas Control/CDC) membuat pernyataan saat menerbitkan petunjuk pedoman baru proses penularan virus.

Petunjuk tersebut dikeluarkan menanggapi konfirmasi atas kasus pertama Zika yang terjadi pada seorang non-wisatwan di Amerika Serikat. Kasus ini terkait dengan kontak seksual yang terjadi dengan pasangan yang terinfeksi Zika.

Baca Juga:  Harnojoyo Ajak Masyarakat Jadikan HUT Ke-76 RI Sebagai Acuan untuk Membuat Palembang Semakin Maju

Melalui pernyataannya, seperti dikutip BBC, CDC menyarankan pada semua laki-laki yang melakukan perjalanan ke daerah yang banyak terinfeksi virus Zika untuk menggunakan kondom atau menghindari hubungan seksual.

“Belum ada bukti bahwa perempuan dapat menularkan virus Zika ke pasangan seks mereka, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami masalah ini,” kata CDC menegaskan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membutuhkan dana sebesar US$56 juta untuk melaksanakan program ‘Rencana Kerangka Kerja Strategis dan Operasi Bersama’ dalam memberantas penyebaran virus Zika. Seperti dikutip dari situs Sputniknews, tujuan WHO meluncurkan program ini untuk memobilisasi sumber daya serta tindakan pencegahan, perlindungan dan penyediaan perawatan medis, yang merupakan bagian dari perang global melawan wabah Zika.

Baca Juga:  Harnojoyo Klaim Pengetatan PPKM Mikro Mampu Tekan Kasus Covid-19

Dari total dana tersebut, US$25 juta diperlukan untuk mendanai kegiatan sosialisasi anti-Zika di kantor regional WHO di wilayah Amerika (AMRO/PAHO). Sementara US$31 juta akan digunakan untuk mendanai mitra kerja WHO,” bunyi keterangan resmi tersebut.

Virus yang ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti ini ditengarai tidak menyebabkan komplikasi serius pada orang dewasa. Namun diduga menyebabkan cacat otak parah dan kasus mikrosefali pada bayi baru lahir.

Baca Juga:  Bisa Jadi Obat Covid-19, PMI Palembang Ajak Penyintas Donor Plasma Konvalesen

Awal Februari lalu, WHO menyatakan ‘darurat kesehatan dunia’ kepada Zika akibat penyebarannya yang cepat ke Amerika Latin, sebagian Amerika Serikat dan Eropa.#rda

Komentar Anda
Loading...