Iran Hadiahkan Rp8 M Untuk Pembunuh Salman
Teheran, BP
Iran mengumumkan hadiah sebesar USD600 ribu atau Rp8 miliar untuk membunuh penulis asal Inggris, Salman Rushdie. Novel karangan Rushdie yang berjudul ‘Ayat-Ayat Setan’ yang terbit pada 1988 dianggap sebagai sebuah penghinaan terhadap Islam dan Nabi Besar Muhammad SAW.
Pengumuman ini sekaligus memperbaharui fatwa yang dikeluarkan oleh Pemimpin Besar Iran Ayatollah Khomeini pada 15 Februari 1989 yang menuntut eksekusi mati bagi Rushdie dan menawarkan hadiah bagi siapapun yang melakukannya.
“Saya menginformasikan kepada Muslim di seluruh dunia bahwa penulis ‘Ayat-Ayat Setan, – yang berlawanan dengan Islam, Nabi Muhammad SAW, dan Al Quran, – dan semua orang yang terlibat dalam penerbitannya dan mengetahui isinya dijatuhi hukuman mati,” demikian isi fatwa yang diumumkan Khomeini sebagaimana dilansir Metro, Selasa (23/2).
Imbalan baru yang diumumkan ini merupakan dana gabungan dari 40 media Iran, dengan kontributor terbesar berasal dari Fars News Agency yang menyumbangkan satu miliar rial Iran atau lebih dari Rp400 juta. Fatwa terdahulu yang dieluarkan Ayatollah Khomeini dengan imbalan sebesar USD3 juta (Rp40 miliar) masih tetap berlaku.
“Fatwa Imam Khomeini adalah dekrit religius dan tidak akan kehilangan kekuatannya atau menghilang,” kata Wakil Menteri Kebudayaan Iran Seyed Abbas Salehi tahun lalu.
‘Ayat-Ayat Setan’ adalah novel keempat Rushdie yang terdiri dari beberapa rangkaian cerita. Novel ini dianggap menghina Islam dan Nabi Muhammad hingga akhirnya Pemimpin Besar Iran mengumumkan fatwa eksekusi Rushdie sekira setahun setelah penerbitannya.
Sejak diterbitkannya fatwa tersebut, penerjemah bahasa Jepang ‘Ayat-Ayat Setan’, Hitoshi Igarashi ditusuk hingga tewas, sedangkan penerjemah bahasa Italia dan penerbit Norwegianya selamat dari usaha pembunuhan. Rushdie sendiri terpaksa hidup dalam perlindungan polisi dan bersembunyi selama bertahun-tahun.#rda