Harga Jagung Melejit Sesaat
Martapura, BP
Jelang panen raya jagung yang diperkirakan sekitar pertengahan bulan Maret nanti, harga jagung kering pipilan sudah dua pekan terakhir melejit hingga menembus di Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogramnya. Harga tersebut bagi petani sungguh sangat fantastis,karena baru kali ini petani merasakan harga setinggi itu di beli pedagang jagung.
Semahal-mahalnya petani menjual jagung pipilan biasanya belum pernah melampui di atas harga Rp4.000 dalam per kilogramnya. Ini membuktikan bahwa jagung juga merupakan komiditi unggulan dan prospeknya menggiurkan bagi petani. Namun harga itu biasanya hanya beberapa pekan saja bisa bertahan, karena belum masuk musim panen.
“Kalau ada petani yang sudah panen dan merasakan harga Rp6.000 itu hanya kebetulan. Hanya beberapa petani saja yang merasakannya sebab saat musim tanam mereka menanam jagung duluan tidak serempak dengan petani jagung lalinnya,” ungkap Cikwan (40), pengusaha jagung warga Kecamatan Bunga Mayang.
Buktinya sudah hampir dua pekan ini, lanjut Cikwan, harga jagung sudah turun di level Rp4.300 per kilogramnya. ”Tidak menutup kemungkinan semakin mendekati masa panen serempak nanti harga jagung akan terus semakin turun,” ujarnya.
Seperti hukum dagang, kata Cikwan, semakin banyak barang yang kita butuhkan tersedia maka harga akan semakin turun. “Hal itu juga berlaku sebaliknya semakin berkurang atau langka barang yang kita butuhkan maka harganya akan semakin naik,” terangnya.
Panen raya jagung tidak lama lagi akan berlangsung, sambung Cikwan, mudah-mudahan harga jual jagung berpihak kepada petani jagung. “Kita berharap harga jagung masih stabil agar petani bisa menikmati hasil panennya. Meski turun semoga harganya tidak sampai terpuruk di bawah Rp3000,” ujarnya berharap.
Terpisah, Susanto (30), petani jagung warga Kecamatan Jayapura, mengatakan tahun ini tanaman jagung petani tumbuhnya bagus. “Serangan hama pun berkurang, biasanya serangan hama tikus luar biasa. Tahun ini, serangan hama tikus dan hama lainnya agak berkurang,” katanya.
Kondisi itu, lanjut Susanto, setidaknya memengaruhi hasil panen raya nanti. “Terutama hasil panen sesuai harapan petani lebih melimpah dan nilai jualnya bisa lebih tinggi. Dibandingkan dengan tahun lalu sepertinya tanaman jagung tahun ini memang tanamannya bagus dan dijauhkan dari penyakit,” tandasnya. #Cr1