Rumah Makan Paling Banyak Produksi Limbah Cair

35

limbah-cairPalembang, BP
Badan Lingkungan Hidup (BLH) terus melakukan sosialisasi pengolahan limbah cair untuk seluruh masyarakat kota Palembang, baik personal dan juga perusahaan seperti hotel dan rumah makan. Berdasarkan keterangan dari pihak BLH, produksi limbah cair paling banyak berasal dari rumah makan.

“Banyak rumah makan yang tidak mengurusi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sudah ada. Sehingga menyebabkan saluran air tersumbat oleh limbah cair seperti makanan kuah yang berminyak dan limbah cair lainnya,” ungkap Kepala BLH kota Palembang Muhammad Tabrani, saat diwawancarai diruang kerjanya, Kamis (18/2).

Baca Juga:  Pertamina Hulu Rokan Temukan Hidrokarbon melalui Pengeboran Sumur Eksplorasi Anggrek Violet (AVO)-001

Oleh karena itu, sambung Tabrani, pihaknya terus melakukan sosialisasi agar IPAL yang sudah ada di tiap rumah makan ataupun perusahaan selalu diawasi sistem pengolahannya agar jangan sampai membuat lingkungan tercemar.

“Kami sempat menemukan salah satu rumah makan yang ternyata limbah cair yang dihasilkan membuat got di lingkungan tersebut mampet. Ini langsung kami lakukan tindak tegas dengan menginstruksikan pemilik rumah makan membersihkan got yang mampet tersebut,” katanya.

Baca Juga:  Ramadhan Telkomsel Fair Tawarkan Gadget 4G Rp1,5 Juta - Rp3 Juta

Lanjut ia mengatakan, sanksi yang diberikan bagi rumah makan atau perusahaan yang tidak mengawasi sistem pengolahan air limbahnya maka akan diberi peringatan terelebih dahulu untuk segera melakukan pengolahan limbah yang benar.

“Kalau sanksi terberatnya akan kami stop izin usahanya dan akan kami persulit perizinannya agar pemilik rumah makan tersebut kapok,” tegasnya.

Baca Juga:  Jalan Sehat dan Artis Tompi Meriahkan HUT BSB

Selain rumah makan, tambah dia, produksi limbah cair yang besar juga berasal dari bengkel-bengkel kendaraan mulai dari yang kecil hingga bengkel besar.

“Bengkel ini kan kadang banyak sisa-sisa oli yang langsung dibuang ke got. Ini juga menyebabkan got sering tersumbat. Maka dari itu, kami harap pemilik bengkel dapat menampung dulu sisa oli yang tidak terpakai untuk ditampung dan dikelola kembali,” tukasnya. #dil

Komentar Anda
Loading...