Kolam Balai Benih Ikan Tidak Dimanfaatkan
Lubuklinggau, BP
Keberadaan kolam balai benih ikan di Watervang yang bersebelahan dengan lokasi air terjun Watervang di Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, fasilitasnya tidak optimal dimanfaatkan sehingga terkesan terbengkalai.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Lubuklinggau, Trisman kepada wartawan membantah jika dikatakan keberadaan kolam balai benih ikan dilokasi tersebut terbengkalai. “Bukan terbengkalai, bukan tidak aktif, tapi tidak optimal,” kata Trisman.
Dijelaskannya, tidak optimalnya fasilitas tersebut karena kondisi alam. Dimana air dari kolam bukan air dari Watervang melainkan air tadah hujan. Sehingga airnya yang dihulu vegetasinya sudah berubah dan mengakibatkan air tidak prima.
“Terbengkalai tidak, mengharapkan ada lahan baru yang bisa kita optimalkan. Cuma kita melihat kondisi, kalau lahan baru memerlukan dana,” bebernya.
Trisman mengungkapkan, keberadaan balai benih kolam ikan di lokasi tersebut dapat menampung 40 sampai 50 ribu benih ikan. “Program kedepan tetap ada. Paling-paling kita nanti mungkin skalanya bertahap, sampai sekarang belum dialihkan fungsi, cuma tidak ideal lagi untuk benih,” ungkapnya.
Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe, menjelaskan, balai benih kolam ikan itu dulu sudah direncanakan untuk menjadi balai benih wisata. “Tapi sekali lagi, kemarin kita tidak bisa fokus disitu terlalu banyak. Sementara orang masih bisa menuntut seperti yang di Rahmah, Margarejo, masyarakat petani karet turun. Akhirnya kita alihkan mereka untuk beternak kambing etawa. Kita kasih kambing etawa dan sapi,” ujarnya.
Jadi, uang yang seharusnya dapat dipakai untuk membangun balao benih, dialihkan dulu ke Rahmah dan Margarejo. Dan untuk tahun ini, hampir seluruh daerah SKPD nya menganggarkan hanya 50 persen dari anggaran yang tahun lalu.
“Masalah keuangan, meminimalisasi keuangan tidak hanya diperoleh Linggau saja. Itulah ukurannya. Sekarang kondisi keuangan berat semua,” pungkasnya. #kur