Pelatda PON Molor, Atlet Sumsel Ketakutan

12

1146264pPalembang, BP

Kecemasan luar biasa dirasakan atlet Sumatera Selatan (Sumsel) terkait tidak adanya kejelasan program dari KONI Sumsel, guna menyambut pesta olahraga PON 2016 di Jawa Barat, yang mulai digelar bulan September ini. Padahal, KONI memasang target masuk 10 besar.

Target itu rasanya pepesan kosong karena persiapan pemusatan latihan daerah (Pelatda) saja belum dimulai. Jika menurut rencana KONI Sumsel, awal Februari Pelatda sudah berjalan. Nyatanya kembali molor sehingga membuat pelatih dan atlet cemas.

“Ini berpengaruh sekali terhadap persiapan atlet. Jika Pelatda tertunda, maka akan mengganggu target yang selama ini disiapkan,” ujar atlet menembak Sumsel, Maharani Ardi, Selasa (9/2).

Peraih medali emas di SEA Games 2011 Palembang menyatakan, idealnya atlet menjalani Pelatda selama sembilan bulan sebelum turun di ajang PON. Padahal waktu yang tersisa tinggal enam bulan lagi jika Pelatda dimulai Maret. “Ini hanya tersisa enam bulan dan jadwalnya juga belum final,” sesalnya.

Hal senada dikatakan Pelatih Polo Air Sumsel, Anugrah Widi. Dia mengatakan, untuk mencapai target meraih medali, pihaknya masih menunggu jawaban dari Binpres KONI untuk melaksanakan training center ke Thailand dan kepastian memakai pelatih asing.

Baca Juga:  JSC Harus Mandiri dan Profit

“Saat ini kami masih menunggu sambil berlatih. Saya arahkan dan minta anak-anak untuk tetap semangat. Hanya saja terkadang saya merasa kasihan dengan mereka karena latihan cukup berat tapi asupan vitamin dan gizi tidak seimbang. Bahkan ada yang terserang sakit kepala, demam dan lainnya. Kalau jumlah latihan saya kurangi, takutnya nanti di PON kita jadi bulan-bulanan atlet daerah lain,” ungkap Widi.

Ia meyakini cabang lain juga cemas Pelatda belum ada kepastian digelar. Padahal KONI menargetkan prestasi.

“KONI bisanya menuntut emas atau prestasi, tapi Pelatda aja molor. Terus kalau sampai PON gak dapet prestasi, tinggal maen coret,” kata Widi

Namun apapun itu, Widi dan tim polo air Sumsel akan tetap semangat berlatih dengan segala kondisi. Dari Senin sampai Jumat, mereka berlatih seperti biasa di Lumban Tirta.

Pengamat Olahraga Sumsel Sukirno menilai Pelatda masuk dalam kategori terlambat. Apalagi jika ingin mencapai posisi 10 besar. Menurutnya, KONI Sumsel harus lebih realistis lagi dengan kekuatan yang ada.

Baca Juga:  Persimuba Vs Palembang 2-1, Wasit Ganjar Dua Kartu Merah Untuk PS Palembang

“Saya rasa ini sulit, kita bercermin dari Porwil sajalah. Di level Sumatera saja kita juara dua, apalagi ini Jawa Barat tuan rumahnya. Kalau tidak segera Pelatda, saya khawatir kita akan tertinggal jauh. Ini sudah bukan PON 1948 lagi yang tujuannya adalah menyatukan daerah, akan tetapi sekarang ini prestasi yang dicari,” tutur dia.

Dikatakannya bahwa idealnya atlet membutuhkan waktu yang cukup lama untuk adaptasi. Kecuali atlet tersebut memang sering menjalani kompetisi. Sehingga dengan waktu yang minim yang harus dilakukan terobosan, bukan lagi program umum seperti Pelatda.

“Kita tahu Sarengat yang menjadi juara Asian Games 1962 di Jakarta dari atletik, itu butuh waktu 16 tahun bukan serta merta. Kecuali dewi fortuna berpihak kepada kita,” ujarnya.

Namun demikian, Sukirno mengaku sebagai warga Sumsel akan mendukung apapun target yang dicanangkan KONI Sumsel.

“Selain berdoa, yang harus dilakukan adalah terobosan. Jika sekarang boleh beli atlet, lakukan. Tapi kan sekarang ini tidak boleh, jadi terobosannya adalah tak hanya Pelatda, tapi juga uji coba cabor ke luar negeri,” tegasnya.

Baca Juga:  Badar PALI Beri Bantuan dan Dukung Atlet Woodball yang Berlaga di Kejurprov Lahat

Menurut dia, dengan waktu yang seminimal tersebut posisi 10 besar dirasa berat jika melihat kesiapan pulau Jawa dalam mempersiapkan atletnya.

“Kita hanya bisa berharap. Ya itu tadi, uji coba keluar negeri atau mendatangkan atlet luar negeri. Itu kalau dananya ada,” urainya.

Sementara itu, KONI Sumsel tampaknya masih galau dalam menentukan skuad PON Sumsel 2016. Hingga saat ini, KONI belum juga menentukan siapa atlet yang akan diberangkatkan mewakili Sumsel, padahal event olahraga terbesar se-Indonesia itu tinggal hitungan bulan.

Wakil Ketua I KONI Sumsel Dhenie Zainal mengakui, jika KONI memang belum bisa menentukan siapa yang bakal dipertandingkan. Lantaran, saat ini KONI belum melaporkan skuad PON ke Gubernur.

“Ya itulah, kami masih menunggu untuk melapor ke Pak Gubernur. Sekarang masih mengatur waktu yang pas untuk melapor,” kata Dheni. # sug

 

Komentar Anda
Loading...