Anak Sungai di Palembang Mendangkal

10

Palembang, BP

BP/MARDIANSYAH PEMBERSIHAN SAMPAH-Wali Kota Palembang Harnojoyo bersama dinas terkait dan warga melakukan pembersihan sampah dipinggiran sungai musi dalam keadaan air surut,Minggu (20/9)
BP/MARDIANSYAH
PEMBERSIHAN SAMPAH-Walikota Palembang Harnojoyo bersama dinas terkait dan warga melakukan pembersihan sampah di pinggiran Sungai Musi dalam keadaan air surut.

Musim kemarau saat ini sejumlah sungai dan anak sungai yang mengalir di Kota Palembang banyak mengalami pendangkalan dan penyempitan. Bahkan kondisinya diperparah saat airnya sedikit dan kering sejumlah anak sungai dijadikan warga tempat pembuangan sampah.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian banjir dan Drainase pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kota Palembang A Bastari Yusak mengatakan kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang.

“Saat kemarau seperti ini belum terlihat adanya genangan, hanya saja sungai menjadi dangkal. Sebelumnya, kedalaman sungai sekitar 3 meter dengan pendangkalan ini menjadi sekitar 1,5 meter,” katanya belum lama ini.

Baca Juga:  TP PKK Palembang dan RA Group Wujudkan Kepedulian Sosial Ramadan  Lewat Takjil Gratis

Begitu juga banyak sungai alami penyempitan, dengan begitu fungsi sungai dan anaknya menjadi tidak optimal. Kondisi ini terjadi di 21 sistem sungai di Palembang dan kondisi yang cukup parah seperti di Sungai Buah, Sungai Bendung, Sungai Sekanak dan Sungai Aur di Seberang Ulu.

“Kerena banyak sampah di sungai atau anak sungai, saat hujan air dari hulu tersumbat dan meluap kejalan sehingga dapat menyebabkan banjir,” kata dia.

Sampah-sampah yang menumpuk di sungai menurut dia,banyak tidak terangkut, apalagi armada pengangkut hanya sanggup mengangkat sekitar 32 kubik perhari dengan armada 14 truk baik untuk sungai dan salurannya.

Baca Juga:  PPPK Palembang Demo ke DPRD: “Tunjangan TW 3-4 2024 Rp18 Juta Per Orang Belum Cair!, Mgs Syaiful Padli Bilang Ini  

Bahkan, sampah yang terangkat tidak sampai 50%nya, dan masih banyak yang tidak terangkat. Sehingga disaat hujan air dengan sendirinya menyumbat ke mana-mana.

Mengenai sanksi kepada warga yang membuang sampai sembarangan, sebenarnya jelas Bastari sudah ada. Namun belum optimal dalam penerapannya.

Pihaknya juga akan lebih membentuk kepedulian masyarakat dalam wadah komunitas masyarakat sungai yang bertugas turut bersama-sama memberikan contoh membersihkan sampai disungai-sungai yang sudah sering dilakukan setiap akhir pekan dalam program ‘ayo kerja’ dan pro kasih yang dipimpin langsung Walikota Palembang Harnojoyo.

Selain itu, pihaknya juga selalu mengecek fungsi drainase yang ada di Palembang. Karena banyak sekali drainase yang tersumbat. Alhasil fungsinya tidak maksimal.

Baca Juga:  PDI-P  Beri Dukungan Pasangan Ratu Dewa dan Prima Salam di Pilkada Palembang

Pernah saat dibongkar drainase yang ada seperti di Jalan Sudirman, Veteran ditemukan banyak limbah yang disinyalir dari pembuangan bekas-bekas makanan dan minuman dari rumah makan, warung tenda dan ruko
di sekitarnya.

Belum lagi terdapat utilitas dari pihak lain diantaranya PLN, PDAM, Telkom dan lainnya dengan adanya seperti kabel optik, pipa gas/pdam dan lainnya. Tanpa dilindungi box khusus sehingga dapat menganggu drainase yang ada.

“Selain limbah rumah makan juga adanya kabel dan pipa di drainase. Seperti limbah makanan jika dibiarkan menumpuk, mengendap sehingga menghambat air mengalir,” ujarnya. #ren

Komentar Anda
Loading...