UTP Buka Prodi Ekonomi Syariah

18
BP/ADI KURNIAWAN SEMINAR- Direktur MM UTP Prof Dr Sulbahri Madjir, MM, saat membuka seminar ekonomi syahriah di Hotel Aryaduta, Sabtu (12/9).
BP/ADI KURNIAWAN SEMINAR- Direktur MM UTP Prof Dr Sulbahri Madjir, MM, saat membuka seminar ekonomi syahriah di Hotel Aryaduta, Sabtu (12/9).

Palembang, BP

Persaingan di bursa tenaga kerja akan semakin meningkat menjelang pemberlakuan pasar bebas Asean pada akhir 2015. Hal ini yang mendasari Universitas Tridinanti Palembang (UTP) membuat terobosan membuka program studi (Prodi) Ekonomi Islam dan mendorong para dosen untuk selalu berinovasi.

“Kami melihat kebutuhan pegawai Bank Syariah masih sangat banyak,” ujar Direktur MM UTP Prof Dr Sulbahri Madjir, MM, di sela-sela seminar manajemen, dengan tema potensi dan tantangan pengembangan ekonomi syariah dan perannya dalam mengatasi krisis ekonomi di Indonesia, yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta, Sabtu (12/9).

Baca Juga:  Alasan Nikah, Banyak Siswa Muratara Tidak Ikut UN

Ia mengatakan, dalam pembangunan manajemen Ekonomi Islam belum begitu baik. Sebagai institusi pendidikan, UTP ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang ekonomi syariah termasuk di antaranya Bank Syariah.

“Kami juga mendorong para dosen dan mahasiswa untuk ketertarikan berinovasi tertarik ekonomi syariah. Oleh sebab itu, dalam waktu dekat kami akan membuka Prodi Ekonomi Syariah,” ucapnya.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Sumsel Akan Sidak Jalan Hauling di Lahat

Sementara itu, dalam seminar tersebut sebagai narasumber Prof Dr H Amiur Nuruddin, MA, sebagai Dewan Penasihat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia mengatakan, potensi dan tantangan pengembangan ekonomi syariah dan peranannya dalam mengatasi krisis ekonomi di Indonesia.

 

“Ekonomi syariah sejalan dengan zakat, shodaqoh,” tegasnya.

Pertumbuhan aset perkembangan Islam dunia pada 2013 meningkat di negara timur tengah seperti Turki dan Asia Selatan.

Baca Juga:  Meriah, Peringatan Pertempuran 5 Hari 5 Hari di Palembang Diwarnai Pawai dan Treatrikal

Market share menguasai lebih 48 persen, kuwait 44 persen, Bahrain 27 persen. Sedangkan Indonesia masuk dalam lima besar indeks dengan pertumbuhan Islam yang besar,” pungkasnya. # adk

Komentar Anda
Loading...