Distribusi BBM Subsidi Dipertanyakan, Massa FPPE MLM Gelar Demo di Depo Pertamina Lubuklinggau

16

LUBUKLINGGAU, BP- Isu dugaan kebocoran dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi kembali memicu perhatian publik.

Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Peduli Pengawas Energi Daerah Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Muratara (FPPE MLM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Depo Pertamina Patra Niaga Lubuklinggau, Kamis (30/4/2026).

Aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari penggerebekan gudang BBM di wilayah Musi Rawas oleh Polda Sumatera Selatan. Namun, langkah penegakan hukum itu dinilai belum menyentuh akar persoalan dalam sistem distribusi energi bersubsidi.

Bertempat di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Linggau Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, para peserta aksi secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka juga membentangkan spanduk berisi kritik dan tuntutan terkait dugaan penyalahgunaan BBM subsidi yang dianggap merugikan masyarakat kecil.

Baca Juga:  Kabar Gembira! Bantuan Pangan Beras Untuk PBP di Lubuk Linggau Mulai Disalurkan

Selama aksi berlangsung, aparat gabungan dari Polres Lubuklinggau dan TNI Kodim 0406 Lubuklinggau melakukan pengamanan ketat guna memastikan situasi tetap kondusif.

Perwakilan massa kemudian diterima oleh Manager Fuel Terminal Lubuklinggau PT Pertamina Patra Niaga, Wawan Prabawa.

Koordinator aksi, Faisal, dalam orasinya menegaskan bahwa persoalan penyalahgunaan BBM subsidi tidak bisa dianggap sepele.

“Penyalahgunaan dan penimbunan BBM subsidi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi sudah mengarah pada kejahatan terorganisir yang merampas hak rakyat,” ujarnya.

Baca Juga:  Waspada Kepunahan Ikan Belida Mengintai

Ia menilai, pengungkapan puluhan ton BBM oleh aparat penegak hukum baru sebatas bagian kecil dari persoalan yang lebih besar.

“Ini bukan akhir, justru menunjukkan adanya kebocoran dalam sistem distribusi yang patut dipertanyakan. Ada indikasi kegagalan serius dalam pengawasan,” katanya.

Faisal juga menyoroti kemungkinan adanya celah hingga dugaan keterlibatan oknum dalam rantai distribusi tersebut.

“Distribusi BBM tidak mungkin berjalan tanpa celah, pembiaran, atau dugaan keterlibatan pihak tertentu. Ini yang harus diusut tuntas,” tambahnya.

Baca Juga:  Pantau Rekapitulasi Penghituangan Suara Tingkat PPK, Ini Pesan Pj Wako Lubuklinggau H Trisko Defriyansa

Dalam aksi tersebut, FPPE MLM menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya keterbukaan data distribusi BBM subsidi kepada publik, pelaksanaan audit menyeluruh, pembersihan internal, serta penindakan tegas terhadap pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik praktik mafia BBM.

Selain itu, massa juga mendorong penerapan sistem pengawasan distribusi berbasis digital yang transparan dan tidak mudah dimanipulasi.

Aksi berlangsung tertib hingga selesai. Massa berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi dorongan nyata bagi perbaikan sistem distribusi BBM subsidi agar lebih tepat sasaran dan tidak lagi disalahgunakan

Komentar Anda
Loading...