Sumsel Bisa Jadi Sasaran Empuk ISIS

12

IMG-20150822-02246
Palembang, BP
Mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abas menilai sasaran empuk Islamic State Iraq And Syiria (ISIS) bisa di mana saja, bukan hanya Sumatera Selatan.
“Saya tidak memiliki data yang jelas berapa orang yang sudah terekrut ISIS karena kita awal tahun 2014 terjadi uforia pembaiat menjadi anggota ISIS di berbagai kota di Indonesia sehingga tidak bisa diketahui jumlah yang sebenarnya, bahkan orang yang berangkat ke Iraq-Siria di mana data pemerintah simpang siur karena mereka berangkat ada yang diam-diam, ada transit di beberapa negara, baru masuk ke Iraq dan Siria dengan cara ilegal sehingga sulit mengetahui jumlahnya,” katanya usai acara deklarasi damai dan dialog cegah paham radikal ISIS di kalangan OSIS, SLTA Organisasi kemahasiswaan (BEM) dan organisasi kepemudaan (OKP) se-Sumsel di Hotel Horison Ultima, Palembang, Sabtu (22/8).
Untuk fokus operasi,  ISIS di Indonesia belum ada, namun pihaknya berharap mereka tidak melakukan operasi di Indonesia namun kita khawatir dengan aktivitas kelompok Santoso di Poso, apalagi baru-baru ini baru terjadi baku tembak di sana menimbulkan semangat orang daerah lain bergabung ke Poso.
Dia menghimbau semua orang harus bersikap kritis karena para perekrut ISIS mereka orang kritis, jika kita tiak kritis dengan mereka maka kita akan setuju dengan apa yang di sampaikan mereka.
“Sikap terbuka, kritis dan jangan lupa dengan Pancasila ini negara kita ini menjadi aman dan damai , Pancasila dasar-dasar itu, kita ini merdeka, Bhineka Tunggal Ika ini membuat kita bersama, kalau di negara lain satu dua suku saja, tapi kita di Indonesia banyak sekali suku, Indonesia bisa membuktikan bagaimana bisa hidup damai, jika mereka meyakini di sana negara Islam, ya sudahlah, jangan bikin apa-apa di Indonsia , kita inginkan Indonesia jangan terjadi lagi aksi terorisme, kita berharap ketika mereka kembali bukan sebagai ancaman namun kita tidak tahu , tapi mereka berpotensi karena mereka punya kemahiran, punya pengalaman dan mudah-mudahan tidak terjadi di Indonesia,” katanya.
Menurutnya siapa saja bisa menjadi pendukung Islamic State Iraq And Syiria (ISIS) hanya saja selalu di pilih para remaja dari SMA sampai perguruan tinggi, baik yang bersekolah dan tidak bersekolah.
“Karena remaja ini dinilai punya banyak waktu, tidak ada tanggungan dan semangatnya besar sehingga mereka menjadi sasaran untuk di rekrut, dianggapkan mereka yang akan melanjutkan perjuangan,” Katanya.
Pergerakan ISIS di Indonesia menurutnya masih sebatas penyebaran paham , memahamkan pada orang-orang mengapa harus berbaiat kepada seorang khalifah , dimana diberikan perkataan kalau khalifah di Siria itu benar dan mengajak orang-orang mengakui dan berbaiat kepada khalifah dan bagi siapa yang tidak berbaiat dengan khalifah dianggap sebagai kafir atau pemberontak.
” Diberikan motovasi untuk berangkat ke Siria yaitu bahwa Sirialah negara Islam yang diidam-idamkan yang mereka yakini, dari pada menegakkan negara Islam di Indonesia sudah ada di Siria, kenapa tidak hijrah saja , lalu mereka mengajak mereka yang negara bukan Islam kenegara Islam itu yang mereka beri motivasi, ini yang disebarkan,” katanya.
Untuk Indonesia ISIS yang aktif berada di Poso, karena kelompok Santoso di Poso sudah menyatakan berbaiat dengan ISIS.#osk

Komentar Anda
Loading...