BNPT Telusuri Warga Palembang dan Unsri Gabung ke ISIS

55
  • Dihadiri Ratusan Pelajar dan Mahasiswa di Sumsel
PIMG-20150822-02241alembang, BP
Kepala BKNPT Komjen Pol Drs Saud Usman Nasution mengaku pihaknya masih menelusuri adanya pendukung ISIS di Palembang yang berangkat ke Iraq-Siria untuk menjadi pendukung Islamic State Iraq And Syiria (ISIS).
“Sampai sekarang kita masih menelusuri, yang jelas kita belum memiliki data akurat berapa, karena mereka berangkat langsung dari Palembang ke Iraq-Siria sana. Tapi yang jelas, bulan lalu sudah tertembak satu orang dari Jambi yang berangkat ke sana melalui Moskow atas nama Saputra,” katanya usai acara deklarasi damai dan dialog cegah paham radikal ISIS di kalangan OSIS, SLTA Organisasi kemahasiswaan (BEM) dan organisasi kepemudaan (OKP) Se-Sumsel di Hotel Horison Ultima, Palembang, Sabtu (22/8).
Sedangkan mengenai dugaan adanya mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) ikut ISIS, Saud mengatakan, masih didalami karena pihaknya masih menelusuri semua pihak, yang masuk Iraq-Siria tidak melalui jalur resmi dan langsung difasilitasi ISIS.
Saut juga menilai kalau siswa dan mahasiswa ini kini menjadi sasaran untuk direkrut sebagai anggota, terlebih bagi aliran ISIS.
“Tujuan mereka ini merekrut anggota buat mendirikan khilafah, jadi sampai kapan paham radikal akan terus berjalan, ya sampai tujuan mereka tercapai,” ujarnya.
Padahal itu tak sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia, negara ini mengaku ada lima agama. Di Indonesia banyak pendukung ISIS, terutama dari kelompok Abu Bakar Baasyir, Oman Abdurahman dan Santoso.
“Hingga saat ini sudah ada 76 WNI yang dikembalikan ke Indonsia, mereka ditangkap antara Iraq-Siria, sedangkan yang masuk Iraq-Suria ini sedang pendataan kita karena mereka berangkat ke Siria tapi melalui negara lainnya seperti ke Doha, Thailand, karena pengalaman kita banyak warga negara kita berangkat dari Bangkok ke Moskow  lalu ke Turki dan ada yang ke Doha dan negara lainnya sehingga mereka masuk ke Iraq-Siria secara tidak langsung sehingga kita sudah mendapatkan data yang akurat,” katanya.
Pihaknya selain melakukan penegakan hukum juga melakukan upaya deradikalisasi dengan mengubah mindset dari radikal ke kembali ajaran Islam sebenarnya kepada orang yang berpaham radikal dan menghimbau kepada masyarakat bahaya radikalisme  dan tidak terpengaruh.
” Kita memantau mereka melalui sosial media dan kepada masyarakat berpatisipasi jika menemukan satu situs atau konten yang negatip atau berbau sara atau mengajak berjihad ke Iraq-Siria supaya diinformasukan ke Menkominfo atau kepada kita untuk kita pejarari dan untuk segera dihapus,” katanya.
Di tempat yang sama mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abas mengatakan bila ISIS yang sekarang menjadi ancaman Indonesia masih sebatas penyebaran.
ISIS menyebar paham mereka  pada remaja ini karena dianggap mudah mendapatkan pengaruh.
“Mereka yang tidak mau mengikuti paham ISIS adalah kafir,” tegasnya.
Untuk penyebaran ISIS sendiri sejauh ini masih berada di Poso. Poso disekap-sebut daerah ISIS karena mereka sendiri sudah menyatakan diri menjadi bagian ISIS.
Sedangkan Kakankesbang dan Linmas Sumsel Richard Cahyadi  menilai Indonesia menjadi pasar bebas.
“Radikal memang sangat riskan mengingat negara ini menjadi pasar bebas, tapi perlu diketahui bila radikal dan terorisme bertentangan dengan HAM, demokrasi dan ideologi Pancacila itu mengancam NKRI, perlu strategi buat menekan itu,  kegiatan ini sangat tepat sekali untuk menekan munculnya benih ISI d tanah air, Sumsel berkomitmen dan bersinergi, termasuk menekan ISIS,” katanya. #osk
Baca Juga:  Tito Karnavian Sampaikan Pesan Ini ke Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit
Komentar Anda
Loading...