Menelusuri Jejak Peradaban Megalitik Pasemah, 67 Mahasiswa Unsri Gelar Riset di Pagaralam

16

Pagaralam, BP-Suasana siang yang biasanya tenang di Dusun Tebing Tinggi, Lubuk Buntak, Kota Pagaralam, mendadak ramai. Puluhan mahasiswa berseragam jaket kuning terlihat turun dari bus dan berjalan menuju kawasan persawahan di ujung dusun, kegiatan berlangsung dari Sabtu 31 OktoberĀ  hingga Minggu 1 November.

Kedatangan rombongan tersebut menarik perhatian warga setempat. Sejumlah ibu-ibu yang sedang duduk di teras rumah menyambut mereka dengan ramah. Sapaan hangat pun saling berbalas antara warga dan rombongan mahasiswa yang melintas.

Suasana pedesaan yang sejuk, berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (mdpl), semakin menambah kesan tersendiri dalam perjalanan tersebut.

Rombongan yang berjumlah hampir 70 orang itu kemudian melanjutkan perjalanan menuju area persawahan dan berhenti di dekat dua batu peninggalan megalitik yang dilindungi pagar besi berwarna hijau.

Rombongan tersebut ternyata merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri), bersama sejumlah dosen.

Kedatangan mereka merupakan bagian dari kegiatan Studi Proyek dan Riset Mahasiswa Semester Ganjil Tahun Akademik 2026 di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

Baca Juga:  Raden Hanan, sebuah kisah kesederhanaan sang Walikota Pertama Palembang

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat kompetensi akademik sekaligus meningkatkan keterampilan penelitian mahasiswa melalui pembelajaran langsung di lapangan.

Studi proyek dan riset tersebut merupakan bagian dari implementasi tujuh mata kuliah wajib yang mengintegrasikan teori perkuliahan dengan pengalaman empiris.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajak menelusuri dan mengkaji warisan peradaban megalitik Pasemah melalui kunjungan ke sejumlah situs bersejarah, yakni Situs Tebing Tinggi, Situs Belumai, dan Situs Tegur Wangi.

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari sejarah secara teoretis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengamati, mengidentifikasi, mendokumentasikan, serta menganalisis berbagai peninggalan sejarah dan budaya.

Pengalaman lapangan ini diharapkan dapat mengembangkan keterampilan proyek dan riset mahasiswa sekaligus mempersiapkan mereka menjadi calon pendidik dan peneliti sejarah yang kompeten, profesional, kreatif, dan inovatif.

Secara khusus, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari berbagai fenomena dan permasalahan sejarah melalui pengamatan langsung di lokasi peninggalan bersejarah.

Baca Juga:  Medco E&P Grissik Beri Bantuan Beasiswa bagi Mahasiswa dan Guru Honorer

Hasil kajian tersebut selanjutnya akan dikembangkan menjadi materi dan media pembelajaran sejarah berbasis teknologi digital yang kreatif, inovatif, dan menarik.

Dengan demikian, pembelajaran sejarah diharapkan menjadi lebih kontekstual, bermakna, serta relevan dengan perkembangan zaman.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education).

Sebanyak 67 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi empat orang dosen serta dua tenaga kependidikan dan administrasi.

Untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai sejarah, arkeologi, dan pelestarian warisan budaya megalitik Pasemah, kegiatan ini juga menghadirkan Mario Andramartik sebagai narasumber.

Mario merupakan tokoh penggerak kebudayaan dan pariwisata Sumatera Selatan sekaligus anggota Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Lahat.

Kepala Departemen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) sekaligus Koordinator Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sriwijaya, Dr. Hudaidah, M.Pd., mengatakan kegiatan Studi Proyek dan Riset merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman langsung di lapangan.

Baca Juga:  Sinergi Bangkitkan UMKM, BI Sumsel Gelar Semarak UMKM (Seru) Sriwijaya 2021

Menurutnya, pembelajaran sejarah tidak cukup hanya dilakukan melalui perkuliahan di dalam kelas. Mahasiswa juga perlu mendapatkan pengalaman empiris dengan mengamati secara langsung sumber-sumber sejarah dan peninggalan warisan budaya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif, sekaligus meningkatkan keterampilan penelitian serta kemampuan menciptakan inovasi pembelajaran sejarah berbasis teknologi.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap pentingnya pelestarian warisan sejarah dan budaya lokal.

Terlebih, peradaban megalitik Pasemah merupakan salah satu kekayaan sejarah dan kebudayaan yang menjadi identitas penting Sumatera Selatan.

Dengan demikian, Studi Proyek dan Riset Mahasiswa Pendidikan Sejarah Unsri ini tidak sekadar menjadi kegiatan akademik di luar kampus.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan sejarah, penelitian, teknologi, dan pelestarian budaya.

Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi calon pendidik sejarah yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing.#udi

Komentar Anda
Loading...