Palembang, BP-Persaingan delapan finalis Bintang Dangdut Plus 2026 mencapai puncaknya, Rabu (28/10/2026). Mereka akan tampil dalam babak Grand Final di Gedung Kesenian Palembang untuk menunjukkan kemampuan vokal, penguasaan panggung, dan karakter masing-masing di hadapan dewan juri.
Grand Final ini menjadi tahap penentuan setelah para peserta melewati rangkaian pembinaan berupa karantina vokal dan karantina budaya. Tidak hanya dituntut memiliki suara merdu, para finalis juga dipersiapkan agar mempunyai wawasan sejarah, kebudayaan, pariwisata, kemampuan berkomunikasi, serta karakter yang mendukung perjalanan mereka di industri hiburan.
Delapan finalis yang akan bersaing memperebutkan gelar Bintang Dangdut Plus 2026 adalah Meisyah, Mirza Ulfa, Mutiara Hafildzah, Bela Setiawati, Ratih Maharani, Nadine Putri Adilla, Huzadi, dan Intan Agustin.
Masing-masing finalis memiliki kesempatan untuk memperlihatkan hasil latihan dan pembekalan yang telah dijalani. Di panggung Grand Final, kualitas vokal menjadi unsur penting, tetapi penampilan, ekspresi, penguasaan panggung, dan kemampuan membangun komunikasi dengan penonton juga menjadi bagian yang menentukan daya tarik seorang penyanyi.
Sesuai jadwal yang dikeluarkan protokol Pemerintah Kota Palembang, Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa yang semula direncanakan membuka acara diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan, Dr. H. Riza Pahlevi, M.A.
Ajang ini diselenggarakan Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP) bersama Dewan Kesenian Palembang (DKP) dan Pemerintah Kota Palembang. Penyelenggara berharap kompetisi tersebut menjadi ruang bagi lahirnya penyanyi dangdut berbakat yang mampu berkembang dan berkontribusi terhadap seni serta kebudayaan daerah.
Ketua KKPP, Kms M. Riduan, mengatakan Bintang Dangdut Plus 2026 dirancang untuk menjaring talenta penyanyi dangdut yang berpotensi menjadi ikon dangdut Palembang.
Menurut Riduan, kemampuan menyanyi perlu diiringi wawasan dan kepribadian yang baik. Dengan bekal tersebut, para penyanyi diharapkan dapat menjalankan peran yang lebih luas, termasuk memperkenalkan kebudayaan Palembang kepada masyarakat.
“Ajang Bintang Dangdut Plus ini diadakan untuk menjaring talenta penyanyi dangdut yang nantinya akan menjadi ikon dangdut Palembang. Mereka tidak hanya bisa menyanyi, tetapi juga bisa menjadi duta budaya,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).
Konsep tersebut menjadi pembeda Bintang Dangdut Plus dari kompetisi yang hanya berorientasi pada kemampuan vokal. Para finalis tidak sekadar dipersiapkan untuk tampil di panggung, tetapi juga dibekali pengetahuan dan keterampilan yang dapat menunjang perjalanan mereka sebagai penyanyi.
Sebelum mencapai Grand Final, para peserta telah menjalani karantina vokal untuk mengasah kemampuan bernyanyi. Tahapan tersebut kemudian dilengkapi karantina budaya yang berlangsung di Gedung Kesenian Palembang, Senin (26/10/2026).
Melalui proses tersebut, penyelenggara ingin menanamkan pemahaman bahwa penyanyi yang berpotensi menjadi figur publik perlu mengenal lingkungan sosial dan budaya tempat mereka berkarya.
Dalam karantina budaya, delapan finalis menerima materi dari sejumlah pemateri yang memiliki keahlian di bidang sejarah, kebudayaan, komunikasi, seni pertunjukan, pariwisata, dan industri hiburan.
Sejarawan Kms Ari Panji memberikan pembekalan mengenai sejarah, sedangkan budayawan Vebri Al Lintani menyampaikan materi kebudayaan. Keduanya memperkenalkan pentingnya memahami sejarah dan kekayaan budaya Palembang sebagai bagian dari identitas daerah.
Materi public speaking disampaikan Dr. Heryanto untuk meningkatkan kemampuan finalis berbicara di hadapan publik, menyampaikan gagasan, serta membangun komunikasi yang baik. Keterampilan ini dinilai penting bagi penyanyi yang nantinya berhadapan dengan penonton, media, maupun berbagai kegiatan publik.
Koreografer Salwa Pratiwi, pemilik Sanggar Blok E Art, memberikan materi koreografi dan penampilan panggung. Pembekalan ini berkaitan dengan ekspresi, gerak, penguasaan panggung, dan interaksi dengan penonton sebagai unsur pendukung penampilan seorang penyanyi.
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Pariwisata Palembang, Maulida Ninik Wahyuni, menyampaikan materi mengenai pariwisata. Para finalis diharapkan mengenali potensi wisata Palembang dan memahami bagaimana pelaku seni dapat membantu memperkenalkan destinasi serta kekayaan lokal kepada masyarakat luas.
Pembekalan lainnya bertajuk “Menjadi Artis yang Berkarakter: Etika, Disiplin, dan Tanggung Jawab” disampaikan oleh pelaku industri hiburan yang juga pemilik EO Kreatif Anak Bangsa.
Materi tersebut menekankan pentingnya etika, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam menjalani profesi di dunia hiburan. Popularitas dan kemampuan tampil di panggung perlu diimbangi sikap profesional agar seorang penyanyi mampu membangun karier secara berkelanjutan.
Dengan beragam materi itu, karantina budaya menjadi bagian dari persiapan menyeluruh sebelum para peserta menghadapi babak final.
Penjabat Ketua Dewan Kesenian Palembang, Faldy Lonardo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa musik dangdut merupakan bagian dari khazanah musik nasional yang mempunyai tempat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Dangdut memiliki pendengar dari berbagai lapisan masyarakat dan berkembang sebagai salah satu bentuk ekspresi musik populer. Karena itu, menurut Faldy, pengembangan penyanyi dangdut perlu didukung pembinaan yang berkelanjutan, baik dalam aspek musikalitas maupun wawasan kebudayaan.
Faldy juga menyinggung upaya memperjuangkan pengakuan dangdut oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
Dalam konteks kesenian di Palembang, Bintang Dangdut Plus 2026 diharapkan menjadi ruang pembinaan bagi talenta lokal sekaligus membuka peluang bagi penyanyi untuk ikut memperkenalkan kebudayaan daerah melalui musik yang dekat dengan masyarakat.
Turut hadir dalam pembukaan karantina budaya tersebut Sekretaris KKPP Hairil Hajidin dan Ketua Komite Musik DKP Sayid Muhamad.
Bagi delapan finalis, Grand Final bukan hanya kesempatan memperebutkan gelar juara, tetapi juga momentum untuk menunjukkan hasil pembinaan yang telah mereka jalani.
Panggung Gedung Kesenian Palembang menjadi tempat bagi para peserta untuk membuktikan kemampuan sekaligus memperlihatkan karakter masing-masing sebagai penyanyi dangdut.
Bagi penyelenggara, keberhasilan Bintang Dangdut Plus 2026 tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang keluar sebagai pemenang. Keberlanjutan pembinaan, terbukanya kesempatan tampil, dan berkembangnya talenta penyanyi lokal juga menjadi bagian penting dari tujuan kegiatan.
Harapannya, para finalis dapat melanjutkan kiprah setelah kompetisi berakhir, meningkatkan kualitas musikalitas, serta mengambil bagian dalam mempromosikan seni dan budaya Palembang.
Melalui konsep Bintang Dangdut Plus, KKPP, DKP, dan Pemerintah Kota Palembang berupaya mendorong lahirnya penyanyi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki wawasan, karakter, dan kepedulian terhadap identitas daerah.
Kini, delapan finalis bersiap memberikan penampilan terbaik mereka. Grand Final menjadi panggung penentuan bagi para peserta sekaligus ujian atas kemampuan yang telah diasah melalui rangkaian pembinaan Bintang Dangdut Plus 2026.#udi