Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Sumsel, PALI dan Palembang Catat Kualitas Udara Terburuk

0
Palembang,BP– Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel). Meski kualitas udara mulai membaik setelah beberapa hari terakhir diguyur hujan, sejumlah daerah masih berada dalam kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup pada pukul 06.00 WIB, Senin (19/10/2026), dari sembilan wilayah yang dipantau, dua wilayah masuk kategori Sangat Tidak Sehat, lima wilayah kategori Tidak Sehat, dan dua wilayah kategori Sedang.

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Kota Palembang menjadi wilayah dengan kualitas udara terburuk. Meski demikian, kondisinya mulai membaik dibandingkan hari sebelumnya yang sempat mencapai kategori Berbahaya.

Kabupaten PALI mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 296 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan PM10 sebesar 197 µg/m³. Sementara itu, Kota Palembang mencatat PM2.5 sebesar 296 µg/m³ dan PM10 sebesar 204 µg/m³.

Baca Juga:  Infrastruktur Panwas di Sumsel Sudah Terbentuk

Selanjutnya, Kabupaten Musi Rawas masuk kategori Tidak Sehat dengan nilai ISPU 175. Kota Prabumulih juga berada dalam kategori yang sama, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 152 µg/m³ dan PM10 sebesar 94 µg/m³.

Sejumlah daerah lain yang masuk kategori Tidak Sehat meliputi Kabupaten Musi Banyuasin dengan nilai ISPU 136, Ogan Ilir 115, dan Lahat 103.

Sementara itu, dua daerah yang berada dalam kategori Sedang adalah Kabupaten Muara Enim dengan nilai ISPU 68 dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dengan nilai ISPU 69.

Untuk parameter pencemar udara lainnya, yakni sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), ozon (O3), dan nitrogen dioksida (NO2), kualitas udara di seluruh wilayah yang dipantau masih berada dalam kategori Baik.

Baca Juga:  Bentrok Jadwal Coldplay dan Piala Dunia U-17, Pengelola GBK: Keduanya Penting Untuk Indonesia

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor P.14 Tahun 2020, kategori Berbahaya berada pada nilai ISPU di atas 300, kategori Sangat Tidak Sehat di atas 200 hingga 300, sedangkan kategori Tidak Sehat berada pada rentang 101–200.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyebut penurunan kualitas udara tersebut diduga kuat dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah sekitar Palembang. Namun, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir turut membantu memperbaiki kondisi kualitas udara.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada dan menjaga kesehatan. DLH menyarankan warga mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta menjaga kondisi tubuh.

Baca Juga:  PKN Sumsel Gelar  Syukuran Ruahan

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus membagikan masker gratis kepada masyarakat sebagai langkah untuk mengurangi risiko paparan polusi udara.

Pembagian masker tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam. Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Palembang.

Masker dibagikan kepada sejumlah kelompok masyarakat, mulai dari pengendara kendaraan bermotor, pejalan kaki, hingga warga yang melintas di lokasi pembagian.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu melindungi masyarakat dari dampak buruk kabut asap, terutama saat kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Selatan masih belum sepenuhnya pulih.#udi

Komentar Anda
Loading...