
Palembang,BP- Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang memperkuat pengembangan kajian Islam Melayu dan pesantren melalui Pusat Studi Islam Melayu dan Pesantren di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).
Recover your password.
A password will be e-mailed to you.
Palembang,BP- Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang memperkuat pengembangan kajian Islam Melayu dan pesantren melalui Pusat Studi Islam Melayu dan Pesantren di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).
Pengembangan pusat studi ini diharapkan tidak hanya memperkuat tradisi keilmuan Islam Melayu, tetapi juga mendorong penelitian, pelestarian naskah-naskah kuno, serta pengembangan peradaban Melayu yang berakar pada nilai-nilai Islam.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi Pusat Studi Islam Melayu dan Pesantren yang digelar di Gedung Pascasarjana lantai III UIN Raden Fatah Palembang, Senin (19/10/2026).
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kajian Islam Melayu agar tidak berhenti sebagai slogan, tetapi berkembang menjadi tradisi akademik yang kuat.
Menurutnya, pengembangan kajian Islam Melayu membutuhkan keseriusan, dukungan kelembagaan, serta keterlibatan para akademisi dan peneliti. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah keberadaan naskah-naskah lama yang menyimpan pengetahuan tentang sejarah, pemikiran keislaman, dan perkembangan peradaban Melayu.
Ia menyinggung pengalaman pengembangan kajian Melayu di lingkungan UIN Raden Fatah Palembang, termasuk keterlibatan pihak-pihak yang memiliki koleksi naskah untuk mendukung kegiatan akademik.
Keberadaan koleksi naskah tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan penelitian yang lebih mendalam mengenai sejarah dan tradisi intelektual Islam Melayu.
Rektor juga menyoroti pentingnya kesinambungan kegiatan kajian yang selama ini telah berjalan. Menurutnya, forum kajian perlu dipertahankan dan dikembangkan agar dapat menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi dan pelaksanaan kegiatan secara offline dan online.
Dengan demikian, pusat studi diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi, peneliti, dan masyarakat untuk menggali kekayaan intelektual Islam Melayu sekaligus memperluas kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Sementara itu, Ketua LP2M UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Yenrizal, S.Sos., M.Si., mengatakan pembentukan dan pengembangan Pusat Studi Islam Melayu dan Pesantren memerlukan persiapan serta perencanaan yang matang.
Menurutnya, pusat studi tersebut membutuhkan arah pengembangan yang jelas agar program-programnya dapat berjalan secara berkelanjutan dalam beberapa tahun mendatang.
Yenrizal menjelaskan, salah satu target yang ingin dicapai pada tahun ini adalah penyelesaian rencana strategis pengembangan, penyusunan pedoman, serta perumusan rencana induk pusat studi.
Dokumen-dokumen tersebut akan menjadi landasan dalam menentukan arah, prioritas, dan program kerja pusat studi ke depan.
Ia juga menekankan bahwa kajian Islam Melayu memiliki ruang lingkup yang luas karena berkaitan dengan tradisi keilmuan, kebudayaan, lingkungan, dan nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat Melayu.
“Dalam tradisi Melayu dikenal ungkapan “Takkan Melayu Hilang di Bumi”, yang mencerminkan semangat mempertahankan identitas dan keberlangsungan peradaban Melayu,” katanya.
Namun, pelestarian tradisi tersebut membutuhkan upaya nyata melalui penelitian, dokumentasi, pendidikan, dan pengembangan pengetahuan agar warisan intelektual Melayu dapat terus dipelajari oleh generasi berikutnya.
Keterkaitan kajian Melayu dengan pesantren juga menjadi perhatian dalam pengembangan pusat studi. Pesantren memiliki tradisi pendidikan yang menempatkan pencarian ilmu sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter dan kehidupan masyarakat.
Melalui pusat studi ini, UIN Raden Fatah Palembang diharapkan dapat memperkuat penelitian mengenai hubungan Islam, tradisi Melayu, dan pendidikan pesantren.
Yenrizal berharap para akademisi dan peserta sosialisasi dapat memberikan masukan serta berkontribusi dalam merumuskan arah pengembangan pusat studi tersebut.
Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar pusat studi tidak hanya memiliki landasan kelembagaan, tetapi juga mampu menghasilkan penelitian dan kegiatan akademik yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan penyusunan rencana strategis, pedoman, dan rencana induk, Pusat Studi Islam Melayu dan Pesantren diharapkan berkembang menjadi wadah pengkajian yang mampu merawat warisan intelektual Melayu sekaligus memperkuat kontribusi UIN Raden Fatah Palembang dalam pengembangan peradaban Islam.
Recover your password.
A password will be e-mailed to you.