Gubernur Herman Deru Di Demo Mahasiswa, Dinilai Bertanggung Jawab  Atas  Karhutla Sumsel

5
Demo mahasiswa kembali menyambangi Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (6/10/2026). (BP/ist)

Palembang,BP– Gelombang aksi mahasiswa kembali menyambangi Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (6/10/2026).

Kali ini, mahasiswa menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai belum tertangani secara maksimal hingga berdampak pada munculnya kabut asap di Palembang dan sejumlah wilayah Sumsel.

Massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) membawa sejumlah aspirasi yang mereka klaim sebagai suara masyarakat yang terdampak kabut asap. Mereka bahkan mendesak Gubernur Sumsel Herman Deru turun dari jabatannya karena dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan karhutla.

Koordinator BEM SI Sumsel, Adrian, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian keresahan masyarakat yang selama ini mereka terima.

“Kembali lagi kita berdiri, kita turun jalan. Kita di sini untuk menyampaikan aspirasi dari masyarakat di luar sana yang mengeluhkan apa yang mereka rasakan,” ujar Adrian saat berorasi di depan Kantor Gubernur Sumsel

Massa aksi kemudian ditemui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sumsel, Apriyadi Mahmud. Ia hadir mewakili Gubernur Sumsel Herman Deru yang tidak berada di lokasi.

Baca Juga:  Terkait Kasus Dugaan Jual Beli Suara Di Kabupaten OKU, DKPP Minta Saksi Kunci Dihadirkan

Apriyadi menerima langsung lembar tuntutan yang dibawa mahasiswa. Dalam pertemuan tersebut, ia juga membacakan sejumlah tuntutan massa di hadapan peserta aksi.

Bahkan, Apriyadi menyatakan siap menerima konsekuensi jika dirinya dianggap tidak mampu menjalankan tuntutan yang disampaikan mahasiswa.

“Maka saya Apriyadi Mahmud, selaku Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan, bersedia diberhentikan oleh Gubernur Sumatera Selatan,” kata Apriyadi di hadapan massa.

Terkait ketidakhadiran Herman Deru, Apriyadi menjelaskan bahwa gubernur sedang menjalankan agenda lain. Ia membantah ketidakhadiran tersebut disebabkan keengganan gubernur menemui mahasiswa.

“Ya, Pak Gubernur memang hari ini ada kegiatan lain, bukan tidak mau menemui aksi massa demo. Kemarin dia menemui,” kata Apriyadi.

Setelah aksi HMI, giliran Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menggelar aksi di lokasi yang sama.

Baca Juga:  Bibi dan Keponakan Tewas Dilindas Tronton

Massa merupakan gabungan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Palembang, di antaranya Universitas Muhammadiyah Palembang, Akamigas, Universitas Katolik Musi Charitas, Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), Universitas Sriwijaya (Unsri), serta sejumlah kampus lainnya.

Karhutla dan kabut asap menjadi isu utama yang mereka soroti. Mahasiswa menilai persoalan tersebut tidak lagi sebatas masalah lingkungan, tetapi telah menyentuh aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Koordinator Lapangan aksi, M. Joansyah, mengatakan ada lima tuntutan yang dibawa mahasiswa dalam aksi tersebut.

Pertama, mahasiswa meminta Pemprov Sumsel menyusun langkah penanganan karhutla yang jelas, terukur, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Kedua, pemerintah didesak memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap. Mahasiswa meminta layanan kesehatan gratis disediakan secara merata di seluruh wilayah Sumsel, termasuk dengan mendirikan posko kesehatan yang layak.

Ketiga, mahasiswa meminta pemerintah mencabut izin dan menjatuhkan sanksi berat terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran maupun lalai sehingga menyebabkan karhutla.

Baca Juga:  PAN  Sumsel Siapkan  Joncik  Maju di Pilgub Sumsel

Keempat, mereka mendesak aparat dan pemerintah menindak tegas setiap pelaku karhutla serta mencabut izin perusahaan yang terbukti menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

Kelima, mahasiswa menuntut keterbukaan pemerintah terkait penggunaan anggaran serta penyaluran bantuan dalam penanganan karhutla di Sumsel.

“Kelima tuntutan ini kami sampaikan karena persoalan karhutla dan kabut asap bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat,” ujar Joansyah.

Mahasiswa menegaskan tidak ingin persoalan karhutla hanya direspons melalui pernyataan tanpa langkah konkret. Mereka menyatakan akan terus mengawal penanganan karhutla dan kabut asap di Sumsel.

Massa juga meminta Herman Deru datang langsung menemui mereka untuk memberikan penjelasan terkait langkah pemerintah dalam menangani persoalan tersebut.

Hingga aksi berlangsung, mahasiswa memastikan akan tetap bertahan di Kantor Gubernur Sumsel sampai tuntutan mereka mendapat respons langsung dari pemerintah provinsi.#udi

 

 

Komentar Anda
Loading...