Firdaus Hasbullah Kenang Jasa H. Nang Ali Solichin: Pengabdian Beliau untuk PALI Akan Selalu Dikenang

9
Firdaus Hasbullah SH MH bersama H Nang Ali Solichin SH (ist/rmolsumsel.id)

Palembang,BP- Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Tokoh masyarakat yang juga mantan Bupati Muara Enim dan mantan Bupati Musi Rawas, H. Nang Ali Solichin, SH, meninggal dunia pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 21.11 WIB setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Siti Khadijah Palembang.

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Kampus RX Pom IX Blok H Nomor 5, Palembang, sebelum dimakamkan di Kabupaten PALI pada Sabtu (25/7/2026).

Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, SH, MH, membenarkan kabar duka tersebut. Atas nama pribadi, pimpinan dan anggota DPRD PALI, serta seluruh masyarakat Kabupaten PALI, ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum.

Baca Juga:  Ketua DPRD Sumsel Serahkan Bantuan APD ke Puskesmas Jakabaring

“Semoga almarhum Bapak H. Nang Ali Solichin husnul khatimah, diampuni segala khilaf dan dosanya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan. Al-Fatihah,” ujar Firdaus, Sabtu (25/7/2026).

Firdaus mengenang H. Nang Ali Solichin sebagai sosok pemimpin yang memiliki jasa besar bagi pembangunan Kabupaten PALI. Menurutnya, pengabdian almarhum akan selalu dikenang oleh masyarakat.

“Jasa dan pengabdian beliau terhadap PALI akan selalu kami kenang. Semoga semua yang telah beliau lakukan menjadi amal jariyah,” katanya.

Baca Juga:  Jangan Lupakan Jasa H Alex Noerdin Memajukan Sumsel

Firdaus juga mengaku sangat mengagumi sosok H. Nang Ali Solichin. Ia menilai perjalanan karier almarhum menjadi teladan, dimulai saat memimpin Kabupaten Musi Rawas hingga kemudian dipercaya menjadi Bupati Muara Enim.

Menurut Firdaus, di bawah kepemimpinan H. Nang Ali Solichin, Kabupaten Musi Rawas mengalami perkembangan yang pesat. Berbagai pembangunan berhasil dilakukan sehingga daerah yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan transmigrasi berkembang menjadi wilayah yang semakin maju.

Setelah memimpin Muara Enim, H. Nang Ali Solichin juga mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Selatan pada tahun 1998 melalui mekanisme pemilihan di DPRD Sumsel.

Baca Juga:  Jelang PON, Pelatih Harus Tingkatkan Fisik Atlet

Firdaus mengungkapkan bahwa saat itu dirinya turut memperjuangkan H. Nang Ali Solichin agar terpilih sebagai Gubernur Sumatera Selatan pascareformasi dari kalangan masyarakat sipil. Bahkan, ia mengaku sempat diamankan aparat saat sidang paripurna DPRD Sumsel karena situasi pemilihan berlangsung kurang kondusif.

“Meski akhirnya beliau belum diberi kesempatan menjadi Gubernur Sumatera Selatan, saya bersaksi bahwa beliau adalah orang baik dan menjadi tokoh panutan bagi kami,” tutup Firdaus.#udi

 

Komentar Anda
Loading...