Proyek TI R24 Rampung, BSI Region III Palembang Digitalisasi Total Layanan Emas dan Haji

424
PALEMBANG, BP –   PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) sukses merampungkan migrasi data dan upgrade sistem core banking ke R24 yang melibatkan 1.500 personel. Dengan selesainya proyek Information and Technology (IT) berskala besar ini, BSI Region III Palembang kini siap melakukan penetrasi bisnis digital secara maksimal, dengan fokus utama pada optimalisasi layanan haji dan bullion bank (bank emas).

 

Demikian terungkap dalam media gathering BSI dengan media massa di pavilion BSI Palembang di Jalan Jenderal Sudirman, Senin (29/6/2026). Region CEO Palembang Ari Yusnairy Muslim mengatakan, pihaknya telah merampungkan transformasi sistem  IT  sebagai fondasi percepatan bisnis dan penguatan layanan digital, yang merupakan transformasi besar perseroan  didukung  Danantara sebagai pengelola investasi pemerintah. Langkah strategis ini memperkuat kesiapan BSI memasuki fase pertumbuhan.

Ari menerangkan, transformasi teknologi  dilakukan di Kantor Pusat  melibatkan seluruh jaringan BSI di wilayah termasuk Regional III Palembang. “Transformasi ini untuk mendukung akselerasi digitalisasi industri keuangan serta pesatnya perkembangan bisnis perseroan,” kata Ari.

 

Menurutnya, transformasi IT  ini rampung pada pertengahan Mei 2026  melibatkan sekitar 1.500 personel lintas fungsi, dan menjadi salah satu proyek teknologi terbesar yang pernah dijalankan BSI. Proses migrasi data, upgrade core banking dari R10 ke R24, konversi sistem  hingga validasi ini dilakukan dalam pengawasan regulator serta dipantau  langsung Danantara agar pelaksanaannya aman dan lancar.

 

Pihaknya siap mengimplementasikan bisnis digital dan menerapkan di seluruh ekosistem bisnis di wilayah region III Palembang, untuk  menghadirkan layanan keuangan  semakin modern, inklusif, dan kompetitif.

 

Ia mengatakan, saat ini fungsi digital akan dioptimalkan untuk bisnis emas dan haji,  BSI sangat fokus mengembangkan bisnis emas dan haji sejalan dengan dual licence yang dijalankan, yakni sebagai bank syariah dan bank emas. “Untuk Tabungan Emas, terdapat peningkatan 406,5 persen secara Year on Year (YoY) dengan peningkatan jumlah nasabah (Number of Account/NOA) mencapai 937 persen. Sementara itu, untuk Tabungan Haji, NOA tumbuh 18–19 persen (YoY),” kata Ari.

 

Dijelaskannya, BSI sendiri telah menjadi bank bullion sejak 26 Februari 2026 dan menjadi bank Persero pada 23 Januari 2026. Sejak itulah BSI terus melanjutkan transformasi bisnis dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia.  Penetrasi bisnis dan digital yang  dibangun  satu tahun terakhir terlihat dari kinerja keuangan BSI yang tetap solid.

 

“Hingga April 2026, BSI pusat membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp2,80 triliun atau tumbuh 17,79 persen secara tahunan, dengan total aset mencapai Rp452 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp382 triliun dan pembiayaan meningkat menjadi Rp332 triliun dengan kualitas aset yang tetap terjaga, mencerminkan fundamental yang semakin kuat untuk mendukung  pertumbuhan berkelanjutan,” ucap Ari.
Selain itu dijelaskannya, BSI Region III Palembang saat ini memiliki cakupan wilayah enam provinsi yang dibagi ke dalam lima area, mulai dari Padang, Bengkulu, Jambi, Palembang, hingga Lampung. Wilayah ini dilayani oleh 16 Kantor Cabang, 85 Kantor Cabang Pembantu (KCP), dan 2 Kantor Fungsional Operation (KFO).

 

Baca Juga:  Idul Fitri 1446 H : PLN Siapkan 3.558 SPKLU
“Sampai posisi Maret 2026, kinerja BSI melampaui kinerja industri perbankan lain di wilayah Palembang. Dana PIhak Ketiga (DPK) tumbuh 23,9 persen (YOY), dan Pembiayaan tumbuh 26 persen (YOY). Hal ini  menunjukkan BSI Region III Palembang  melaksanakan fungsi intermediasi dengan baik,” ia menuturkan.

 

Sementara itu, Coorp Secretary Dept Head BSI Pusat, Siti Darojah menambahkan,  seiring telah melakukan transformasi IT pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat di kota hingga pedesaan terkait literasi digital, khususnya aplikasi dari BSI seperti tabungan haji dan bank emas.

 

“BSI ini merupakan satu-satunya bank yang memiliki Bullion Licence, sehingga masyarakat sayang sekali tidak membuka bulion bank di BSI.  Kami juga terus mengedukasi masyarakat termasuk masyarakat muda untuk membuka tabungan haji, mengingat daftar tunggu keberangkatan haji yang sudah mencapai 20 tahun lebih,” katanya.

 

BSI Region III Palembang Punya SPKLU Gratis
Untuk meningkatkan pelayanan bagi para nasabah prioritas BSI, BSI Region III Palembang juga menyediakan SPKLU gratis, dengan jam operasional mulai jam 8 pagi hingga jam 4 sore.

 

“SPKLU ini sudah mulai bisa digunakan per hari ini Senin (29/6/2026),” kata Region CEO Palembang Ari Yusnairy Muslim.

 

Menurutnya, di Sumatera baru Palembang yang memiliki SPKLU ini. SPKLU ini diharapkan menambah kenyamanan nasabah serta  sebagai strategi akselerasi akuisisi nasabah baru dari segmen masyarakat umum untuk BSI.#gus
Komentar Anda
Loading...