Warga Poligon Tolak Pendirian Menara Telekomunikasi
Palembang, BP Warga komplek Poligon Bukit Sejahtera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Palembang menolak keberadaan menara pemancar telekomunikasi (tower) di wilayah mereka yang dibangun di belakang ruko Perumahan Bukit Sejahtera RT15, RW04, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Palembang
Walaupun warga menolak, pihak menara pemancar telekomunikasi masih saja membangun menara itu di pemukiman padat penduduk. Padahal warga selama ini belum membubuhkan tanda tangan persetujuan dan menerima kompensasi atas pembangunan tower tersebut.
“Awalnya mereka (pekerja) mengatakan untuk pembangunan PAM. Tetapi setelah kita mencari informasi soal pembangun itu, ternyata pembangunan tower,” kata tokoh masyarakat di RT15 blok BA komplek Poligon, H Ir Nono, Jumat (16/1).
Menurutnya, kepastian pembangunan tower itu setelah pihaknya mendapatkan bukti-bukti dari pihak terkait. Dimana pada 18 November ada surat pengajuan dari ketua RT15 RW 04 ke Kelurahan Karang Jaya, berupa pengajuan untuk pembuatan menara pemancar telekomunikasi di perumahan Bukit Sejahtera.
“Sekarang tiang komunikasi itu berdiri tepat di belakang rumah saya, dan dibangun di trotoar jalan atau fasilitas umum (Fasum),” katanya didampingi warga RT 11, 12, 14, 15, 16, 17 yang berada dalam satu kompleks Poligon.
Nono menjelaskan, warga merasa ditelantarkan, karena dari pertengahan tahun 2015 hingga sekarang tidak ada kejelasan terkait pembangunan tower tersebut.
“Kita sudah mengajukan ke Kelurahan, Kecamatan, Kominfo Kota dan Dishubkominfo Sumsel, namun belum ada respon,” katanya.
Ditambahkan Nono, pihaknya memprotes adanya tower itu, karena memikirkan dari dampak keamaman dan dari segi tata kelola wilayah yang jadi semerawut.
“Dengan kejadian selama ini banyak tower yang roboh akibat petir atau lainnya, dan kita tidak ada jaminan soal itu jika kena. Hal inilah yang menyebabkan ketakutan dan kehawatiran warga Bukit Sejahtera,” katanya.
Hal senada diungkapkan Ketua RT 11 Marhandi Hasan. Ia menilai jika sewaktu-waktu tower tersebut roboh, masyarakat sekitar yang dirugikan, bukan pemilik tower.
“Kita intinya keberatan pembangunan tower, di bisnis pribadi orang tertentu ditengah keramaian rumah warga. Tetapi kalau untuk penerangan jalan kita pasti setuju,” katanya.#osk