IPNU–IPPNU Palembang Gelar Doa Bersama dan Anugerahkan Penghargaan untuk Muassis NU di Peringatan Satu Abad NU

16
Putri ulama Palembang KH Zen Syukri , Dr Izzah Zen Syukri didampingi tokoh NU Palembang Dailami Malik Tadjudin saat menerima penghargaan dalam acara Memperingati satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama, doa bersama pelajar NU sekaligus pemberian penghargaan kepada para muassis dan perintis NU, Kamis (29/1), di Rumah Dinas Wali Kota Palembang. (BP/udi)

Palembang,BP- Dalam rangka memperingati satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama (NU), Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Palembang menggelar doa bersama pelajar NU serta pemberian penghargaan kepada para muassis dan perintis NU, Kamis (29/1), di Rumah Dinas Wali Kota Palembang.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran PWNU Sumatera Selatan, PCNU Kota Palembang, badan otonom NU, perwakilan Pemerintah Kota Palembang, serta zuriat para muassis NU.

Ketua Pelaksana kegiatan, Raffly Hidayatullah, mengatakan peringatan satu abad NU menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan para muassis yang telah membesarkan NU, khususnya di Kota Palembang. Pada kesempatan itu, panitia memberikan 17 penghargaan kepada para muassis dan zuriat muassis NU.

Baca Juga:  Bacaleg Mantan Napi Korupsi Diganti

“Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada para pendahulu NU. Tanpa jasa mereka, NU tidak akan berkembang seperti hari ini,” ujarnya.

Ketua PC IPNU Kota Palembang, Muhammad Arief Rizky, menegaskan bahwa peringatan 100 tahun NU harus menjadi pengingat bagi generasi muda NU untuk melanjutkan estafet perjuangan para kiai dan pendiri organisasi.

Menurutnya, satu abad NU bukan sekadar perjalanan waktu, melainkan bukti konsistensi NU dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah serta berkhidmat kepada agama, bangsa, dan negara, termasuk di Kota Palembang.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Palembang, Ustadz Dr. Abdul Malik Syafei, M.H., mengapresiasi IPNU dan IPPNU yang dinilainya mampu menyelenggarakan kegiatan positif dengan melibatkan hampir seluruh badan otonom NU di Kota Palembang. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai momen penting untuk kembali mengingat sejarah NU, para ulama, serta jasa para pendirinya.

Baca Juga:  JK Puji Fasilitas JSC

Ia juga menilai pemberian penghargaan kepada muassis NU merupakan langkah tepat di tengah ruang publik yang kerap dipenuhi kritik dan hujatan.

“Kita diingatkan untuk tidak melupakan sejarah dan jasa para pendahulu. Di saat banyak orang sibuk mencela, IPNU dan IPPNU justru memilih memberi apresiasi,” tegasnya.

Apresiasi serupa disampaikan Staf Ahli Wali Kota Palembang, Dr. Sadaruddin Abjar.

Ia menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya doa bersama dan pemberian penghargaan kepada muassis serta perintis NU Kota Palembang dalam rangka peringatan 100 tahun NU.

Menurutnya, satu abad NU bukan hanya momentum bagi warga Nahdliyin, tetapi juga memiliki arti penting bagi bangsa dan daerah. Selama satu abad, NU dinilai telah berperan menjaga nilai keislaman yang moderat, memperkuat persatuan, serta berkontribusi dalam pembangunan sosial dan pendidikan.

Baca Juga:  Tidak Ada Yang Disembunyikan

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua PWNU Sumatera Selatan, KH. Hendra Zainuddin Al Qodiri. Ia mengapresiasi langkah IPNU dan IPPNU dalam merawat tradisi NU melalui penghormatan terhadap sejarah dan jasa para pendahulu.

“Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat persatuan warga NU sekaligus menumbuhkan semangat kader muda dalam melanjutkan perjuangan NU,” katanya.

Menutup rangkaian acara, sejarawan Palembang Dr. Kemas Ari Panji, S.Pd., M.Si., memaparkan sejarah perkembangan Nahdlatul Ulama di Kota Palembang dan Sumatera Selatan.#udi

Komentar Anda
Loading...