
Palembang,BP– Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Palembang resmi menggelar Pameran Sriwijaya dan Pameran Kartu Pos “Balwana van Palembang” di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Kamis (20/11/2025).
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Drs. H. Kgs. Sulaiman Amin, mengatakan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Republik Indonesia melalui dana DAK. Selain itu, pameran juga disupport oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI, Museum Bahari Jakarta, serta Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI).
“Pameran ini dilaksanakan mulai 20 hingga 29 November dan terbuka untuk masyarakat umum. Kami menyajikan dokumentasi sejarah dan visual Palembang tempo dulu. Tema ‘Balwana van Palembang’ berasal dari kata Balwana, yang berarti dasar atau asal, sehingga pameran ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar kembali mengenal sejarah Palembang pada era kolonial,” jelas Sulaiman Amin.
Menurutnya, beragam naskah kuno dan arsip sejarah yang jarang diketahui publik turut dipamerkan. Ia berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat untuk menggali pengetahuan sejarah Palembang secara lebih mendalam.
“Siapa lagi yang akan mengangkat sejarah Palembang kalau bukan kita sebagai warganya sendiri. Kami juga berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan dan pelaku seni budaya agar bersama-sama memajukan sejarah dan kebudayaan kota,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Sosial Kemasyarakatan, Drs. Sadaruddin Hajar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pameran ini merupakan upaya penting untuk memperkenalkan kembali warisan sejarah Palembang.
“Tema Sriwijaya yang diangkat bukan hanya gambaran masa lalu, tetapi penguatan identitas bahwa Palembang adalah situs utama Sriwijaya dengan bukti arkeologis paling lengkap. Melalui pameran ini, kita kembali menegaskan bahwa Palembang pernah menjadi pusat kejayaan maritim Nusantara,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Pameran Kartu Pos Balwana van Palembang menampilkan rekaman visual perjalanan kota dari masa ke masa, mulai dari dinamika sosial, arsitektur, hingga perkembangan lanskap kota.
“Dokumentasi ini menjadi bagian penting untuk memahami bagaimana Palembang tumbuh sebagai kota budaya dan sejarah,” tambahnya.
Sadaruddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut pada kegiatan berikutnya.
“Semoga pameran ini menjadi sarana pembelajaran yang bermakna serta meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap sejarah Palembang. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya secara resmi membuka Pameran Sriwijaya dan Pameran Kartu Pos ‘Balwana van Palembang’,” katanya.
Acara diakhiri dengan pelepasan burung merpati dan dilanjutkan peninjauan lokasi pemeran.#udi