Tingkatkan Kompetensi Guru, Sub Rayon 8 SMK Palembang Gelar In House Training

68
Suasana In House Training bagi guru yang digelar Sub Rayon 8 SMK Palembang Disdik Sumsel di SMK Negeri 8 Palembang.

Palembang, BP–Guna meningkatkan kompetensi guru di tengah Pandemi Covid-19 dalam penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam jaringan maka Sub Rayon 8 SMK Palembang Dinas Pendidikan Sumsel mengadakan In House Training.

Ketua Sub Rayon 08 Palembang SMK Palembang Dinas Pendidikan Sumsel Drs Ropik MSi mengatakan In House Training yang mengambil tema Tranformasi digital dalam menunjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Masa Pendemi Covid-19 di Era New Normal ini diikuti sebanyak 58 guru di wilayah Sub Rayon 08 Palembang.

Baca Juga:  Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Gelar Salat Idulfitri 1447 H, Berlangsung Khusyuk dan Khidmat

“Dan ini kita lakukan dalam rangka peningkatan SDM, khususnya tenaga
Pendidik di wilayah Sub Rayon 08 Palembang SMK Palembang Dinas Pendidikan Sumsel,” terangnya, Kamis (13/8).

Ropik menambahkan bahwa ada tiga sekolah dibawah wilayah Sub Rayon 08 Palembang yang mengikuti In House Training ini yakni dari SMK YWKA, SMK Gama 3 dan SMK Pelita Palembang.

Dalam In House Training tersebut menghadirkan para pemateri berkompeten termasuk Ketua Sub Rayon 8 Palembang Drs Ropik MSi, dari Guru Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan lainnya dengan berbagai materi untuk peningkatan kompetensi guru.

Baca Juga:  SDN 30 Palembang Enam Tahun Jadi Sekolah Inklusi

“Jadi kita ingin setelah ini tak ada siswa yang bosan dalam mengikuti KBM daring, guru harus memiliki kompetensi yang bagus dengan memakai banyak aplikasi dalam mengajar daring. Karena semua sudah kita ajarkan,” ujar pria yang juga Kepala SMK Negeri 8 Palembang ini.

Sementara itu dikatakan Asep Dedin Mahmudin salah satu peserta dari SMK YWKA Palembang mengatakan bahwa diakui banyak kendala yang dihadapi dalam melaksanakan KBM daring selama Pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Polda Sumsel Bersihkan Tempat Ibadah di Palembang

Mulai dari koneksi jaringan internet, kuota internet hingga siswa yang tak punya smartphone sehingga proses KBM daring tak berjalan secara maksimal.

“Termasuk in house training ini sehingga kita banyak tahu tentang aplikasi-aplikasi yang bisa digunakan saat mengajar sehingga siswa tak jenuh dan bosan mengikuti KBM daring atau PJJ,” jelasnya. #sug

Komentar Anda
Loading...