Tim Asesor BAN PT dan Jajaran Fahum UIN Raden Fatah Kunjungi Istana Adat , Ini Harapan Sultan Palembang 

69

Tim Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) yang melakukan Asesmen Lapangan terhadap Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI)  pada program S2 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang  yaitu Dr. Ahmad Nur Fuad, M.A dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel dan  Dr. H. Setia Gumilar, S.Ag., M.Si dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati  dan jajaran Fahum UIN Raden Fatah Palembang saat bersilaturahmi ke Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam No.776 Jalan Sultan Muhammad Mansyur Palembang  dalam rangka memenuhi  undangan Ngidang dari Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH Mkn, Selasa (8/7/2025) malam.(BP/udi)

Palembang, BP- Tim Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) yang melakukan Asesmen Lapangan terhadap Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI)  pada program S2 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang  yaitu Dr. Ahmad Nur Fuad, M.A dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel dan  Dr. H. Setia Gumilar, S.Ag., M.Si dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati  bersilaturahmi ke Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam No.776 Jalan Sultan Muhammad Mansyur Palembang  dalam rangka memenuhi  undangan Ngidang dari Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH Mkn, Selasa (8/7/2025) malam.

Turut hadir  Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (Fahum) UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Endang Rochmiatun, M.Hum  didampingi Wakil Dekan I  Fahum UIN Raden Fatah Palembang Dr. Herlina, S.Ag. SS, M.Hum, Wakil Dekan II  Fahum UIN Raden Fatah Palembang, Dolla Sobari, M.Ag  , Wakil Dekan III  Fahum UIN Raden Fatah Palembang, Fitria, M.Hum , Dr. Mulyadi, M.Hum  selaku Kaprodi Magister SPI, Fahum UIN Raden Fatah Palembang  dan dosen SPI Yanto, M.Hum, M.IP .

Juga hadir diantaranya R.M.Rasyid Tohir, Dato’ Pangeran Nato Rasyid Tohir, Dato’ Pangeran Suryo Febri Irwansyah , Dato’ Pangeran Suryo Kemas Ari Panji, Pangeran Citro Dr H Kms Herman SH MH,  sejarawan  dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Dedi Irwanto MA, youtuber Palembang Mang Dayat dan Genta, seniman Palembang Iman Kasta serta Leni.

Baca Juga:  Temuan Prasasti Baturaja  Buka Jalan Penelitan Sriwijaya

Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (Fahum) UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Endang Rochmiatun, M.Hum  menjelaskan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang tidak asing lagi dengan SMB IV .

“ Kunjungan ini dalam rangka kemitraan kami  karena yang hadir disini ada ikatan dengan kita,  hari ini kita bisa menjalin silaturahmi bahwa kami mendapatkan Asesmen Lapangan terhadap Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI)  pada program S2 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, selama tiga hari dan hari ini yang kebetulan mitra-mitra  kami mensuport , mendukung, termasuk  sultan dengan kompetensinya mendapatkan rekognisi, kami ucapan terima kasih atas dukungan dan meluangkan waktu sebagai mitra pengguna kami,”katanya.

Selama ini Istana Adat  ini menurutnya adalah juga bagi anak-anak Fahum UIN Raden Fatah Palembang adalah sebagai praktek lapangan .

“ Ini sebuah silaturahmi atau kerjasama sudah kita jalin dengan waktu yang panjang, sudah lama cuma dengan moment  ini kita bisa dengan rombongan datang kesini dan ini merupakan awal dan kedepan kita bisa terus bersilaturahmi lagi ,”katanya.

Selain itu pihaknya berterima kasih atas sambutan dan jamuan dari SMB IV  yang bagaimana ini dia sebagai bentuk abstraksi budaya Palembang .

Baca Juga:  Pelajar Dipalak Pelajar, Lalu Ditikam

Dr. Ahmad Nur Fuad, M.A dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel mengapresiasi kunjungan ini.

“Kami merasa perlu belajar banyak tentang Kerajaan Islam termasuk Kesultanan Palembang Darussalam,”katanya.

Pihaknya ingin belajar banyak terkait warisan kebudayaan dan warisan pemikiran Islam termasuk di Kesultanan Palembang.

“Saya sangat senang bisa belajar banyak dari kunjungan kami ini,”katanya.

dari Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH Mkn menjelaskan kalau dalam sejarah nusantara sangat sedikit menuliskan mengenai Kesultanan Palembang Darussalam.

“ Karena Kesultanan Palembang Darussalam adalah kerajaan pertama di hancurkan sejak tahun 1811 saat kedatangan Inggis ke Palembang, sebelum Dipenogoro sebelum dan yang lain , Palembang dulu di hancurkan oleh penjajah makanya sejarah Palembang sangat sedikit, karena Palembang punya Pulau Bangka , Belitung yang memiliki tambang Timah yang menjadi perebutan penjajah ,”katanya.

Selain itu  saat kedatangan Inggris banyak manuskrip Palembang hilang dan diambil dan kini di Inggris banyak manuskrip disimpan sehingga dirinya berharap agar manuskrip  Palembang yang ada di Inggris bisa di buka sehingga bisa di teliti.

“ Kalau menelitian , alhamdulilah kalau kemarin Anri kita kasih , kemudian dari Dreamsea kita kasih beberapa manuskrip kita dan beberapa universitas juga banyak penelitian  disini, jadi kalau perlu dipelajari kita kasih, dan kenapa orang-orang ini menuliskan catatan-catatan ini artinya dia ingin diperbanyak dan dipublikasi masyarakat,”katanya.

Baca Juga:  Dukung South Sumatera Gemstone Festival 2015

Menurut SMB IV manuskrip ini bukan sesuatu yang kramat tapi hal yang harus disebar luaskan agar amal jariah bisa bermanfaat bagi orang lain.

Dalam kesempatan tersebut Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH Mkn dan Dato’ Pangeran Suryo Kemas Ari Panji menyerahkan sebagai kenang-kenangan  Buku Kisah Perjalanan Keturunan Sultan Palembang (Naskah catatan Raden Haji Abdul Habib) dan Buku Naskah Kiyai Geding Karang Tengah (Alih Aksara) kepada Tim Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dan pihak Fakultas Adab dan Humaniora (Fahum) UIN Raden Fatah Palembang.

Selain juga Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH Mkn sempat memperlihatkan cap stempel kesultanan palembang dari masa SMB II dan  Alquran Tinta Emas peninggalan era Kesultanan Turki Usmani .

Terakhir acara dilanjutkan dengan Ngidang atau biasa disebut dengan idangan merupakan tradisi makan bersama yang merupakan  peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam .#udi

 

 

Komentar Anda
Loading...