Ratu Dewa Belum Tetapkan Pendamping

73
Direktur eksekutif Lembaga Kajian Publik Independen ( LKPI) Arianto, M. I. Kom . Pol (BP/IST)

Palembang, BP- Ratu Dewa yang digadang-gadangkan akan maju pada pilkada Walikota Palembang sampai saat ini belum ada satupun nama calon yang akan mendampinginya resmi pada pilkada serentak yang akan digelar di seluruh Indonesia mendatang. Pria yang saat ini masih menjabat sebagai Penjabat Walikota Palembang tidak akan terburu buru dalam memilih calon wakilnya mengingat dirinya masih fokus untuk menyelesaikan tugasnya sebagai penjabat walikota sampai pada akhirnya memutuskan maju dan berpasangan dengan bakal calon walikotanya dipesta demokrasi yang akan digelar 27 November 2024.

Hal ini diungkapkan Arianto, ST, MT, M Ikom , Minggu ( 26/5), menurutnya  sebagai orang yang dipercaya Ratu Dewa dalam survei dan menentukan langkah politiknya, tentunya memilih calon wakil walikota Ratu Dewa harus dengan pertimbangan yang matang.

Pertimbangan itu, lanjut peneliti LSI ini diantaranya adalah kesamaan dan persepsi yang kuat untuk membawa Kota Palembang menuju kota yang berdaya dan berjaya di tingkat nasional dan regional serta internasional. Selain intu, tugas sebagai pemimpin yang bekerja dan melayani ( Berani) dalam melayani masyarakat harus dikedepankan bersama-sama dengan calon wakil walikota tersebut.

Baca Juga:  19 Prajurit Kodam II Sriwijaya Dipecat Tidak Hormat

“Saya infokan, sampai detik ini, Ratu Dewa belum memutuskan satu namapun untuk dijadikan patner atau berpasangan pada pilkada nanti. Memang, kalau tidak ada calon wakil walikota, maka tidak bisa mendaftar di KPUD nantinya. Jadi harus ada calon wakil walikotanya. Beliau ( Ratu Dewa-red) sangat berterima kasih banyaknya simpati dari masyarakat dan partai politik yang mau bersama-sama bergandengan dengan kader-kader terbaik yang mereka ajukan demi membangun dan membawa kota Palembang yang lebih baik lagi kedepan” katanya.

Peluang untuk berpasangan dengan calon wakil walikota serta dengan siapapun baik segmen kaum perempuan atau laki-laki sangat terbuka. Komunikasi politik pasti juga ada. Jadi saya tegaskan, belum ada satupun bakal nama calon wakil walikota Ratu Dewa sampai detik ini yang resmi.

Pria yang biasa disapa dengan nama Iyan ini menambahkan, untuk menentukan calon wakil walikota, tentunya banyak faktor pertimbangan yang harus dilalui. Salah satunya adalah faktor apakah calon wakil walikota tersebut bisa diterima masyarakat Kota Palembang, meskipun tidak seratus persen. Resitensi dukungan (elektabilitas) merupakan salah satu faktor utama dalam memutuskan calon wakil walikota. Ada saja, nama calon wakil walikota meskipun sudah banyak dikenal ( popularitas) tapi dari segi kedisukaan ( akseptabilitas) justru berbanding terbalik. Hal ini tentunya akan berpengaruh dengan tingkat keterpilihan (elektabilitas). Pada akhirnya akan berdampak juga dengan elektabilitas calon walikotanya.

Baca Juga:  Heri Amalindo dan Lury Alex Noerdin Hadiri Sedekah Adat Desa Tapus

“Pengamalam dalam survei perilaku pemilih, dalam menentukan calon wakil walikota, tingkat popularitas harus beriringan dengan akseptabilitas meskipun elektabilitasnya dipastikan tidak akan bisa menyamai angka elektabilitas pasangannya (calon walikotanya). Minimal ketika berpasangan antara calon wakil walikota dan Ratu Dewa, elektabilitas Ratu Dewa tidak tergerus alias bertahan. Ini bisa di potret dengan survei dan analisa media sosial dan Fokus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, LSM dan akademisi serta tokoh media yang akan kita lakukan secara berkala. Kami sangat menghindari bakal calon wakil walikota Ratu Dewa nantinya sangat besar resistensinya diterima masyarakat. Tolong doakan Ratu Dewa sehingga pada akhirnya nanti bisa bergandengan dengan calon pendampingnya yang benar-benar menganggap tugas sebagai pemimpin itu adalah amanah Tuhan Yang Maha Kuasa dan masyarakat Kota Palembang,” kata  lulusan terbaik magister ilmu komunikasi politik yang sekarang menempuh studi Doktoral ini dengan lugas.

Baca Juga:  Megalitik Lahat Layak Diusulkan  Jadi Warisan Dunia UNESCO

Ketika ditanya apakah dari segmen gender, Ratu Dewa akan memilih kaum wanita sebagai pendampingnya mengingat nama calon walikota seperti Fitrianti Agustinda dan Nandriani sudah menyatakan diri maju sebagai walikota Palembang. Iyan dengan lugas menjawab, segmen gender wanita untuk menjadi pendamping bakal calon pendamping Ratu Dewa saat ini memang menjadi pertimbangan utama. Data survei yang dilakukan memang segmen gender harus menjadi pertimbangan karena kompetitor yang dihadapi salah satunya dari kaum perempuan.

“ Segmen kaum perempuan sangat jelas kami pertimbangkan dan peluang itu ada. Kami masih mengkaji hal ini dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ada keputusan. Mohon doanya,” katanya,#udi

Komentar Anda
Loading...