Geopolitik Memanas, Fauzi Amro: Tekanan Fiskal RI Meningkat, Subsidi Minyak Berpotensi Bengkak Rp210 Triliun

4

LUBUKLINGGAU, BP- Ketegangan geopolitik global mulai terasa dampaknya hingga ke dalam negeri, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, H. Fauzi Amro, mengingatkan bahwa kondisi fiskal Indonesia saat ini tengah berada dalam tekanan, terutama akibat lonjakan harga minyak dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Fauzi saat sosialisasi akuntabilitas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara di Cinema Hall Lantai 5 Kantor Wali Kota Lubuk Linggau, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah terutama yang melibatkan Iran, Israel, dan sekutunya Amerika Serikat telah mendorong harga minyak global melampaui asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga:  Shabu di Simpan Dalam Bola Lampu

“Kondisi fiskal kita memang sedang tertekan. Namun ini bukan hanya dialami Indonesia, melainkan dampak dari situasi geopolitik dunia yang belum juga mereda,” tegas Fauzi.

Ia menjelaskan, dalam APBN pemerintah menetapkan asumsi harga minyak sebesar 70 dolar AS per barel.

Namun, realisasi saat ini telah menembus angka 100 dolar AS per barel melonjak sekitar 30 dolar di atas asumsi awal.

Baca Juga:  Anggota DPR RI H Fauzi Amro Gelar Senam Sehat di Stadion Mini Kayu Ara Lubuklinggau

Kenaikan tersebut berdampak signifikan terhadap beban subsidi energi.

Fauzi memaparkan, setiap kenaikan 1 dolar AS per barel akan menambah beban subsidi negara sekitar Rp6,8 triliun hingga Rp7 triliun.

“Jika kenaikan mencapai 30 dolar AS, maka tambahan beban subsidi bisa menyentuh sekitar Rp210 triliun. Ini angka yang sangat besar dan tentu memberi tekanan serius pada APBN,” jelasnya.

Meski demikian, Fauzi menegaskan kondisi keuangan negara masih dalam batas aman.

Ia mengutip pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut APBN tetap terjaga meskipun harga minyak menyentuh 100 dolar AS per barel.

Baca Juga:  Puluhan Kades di Banyuasin Silaturahmi Dengan Bacagub Heri Amalindo

Selain itu, pemerintah juga memiliki bantalan fiskal yang cukup kuat.

Fauzi menyebut adanya Sisa Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp425 triliun yang bisa dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas keuangan negara.

“Dengan cadangan tersebut, pemerintah masih memiliki ruang untuk mengantisipasi tekanan yang ada. Bahkan hingga akhir tahun, subsidi diperkirakan tidak akan kembali mengalami kenaikan signifikan,” pungkasnya.

Komentar Anda
Loading...