Anak Aniaya Orang Tua di Palembang , Kapolretabes Sebut Bukan Masalah Beda Pilihan Capres

68
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono (BP/IST)

Palembang, BP- Sempat viral di media sosial seorang anak tega memukuli orang tuanya, karena diduga beda pilihan Calon Presiden (Capres), membuat korban Marsup (49 tahun) dan Nurmala Dewi (45 tahun) selaku orang tua terlapor Adi, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang untuk membuat Laporan Polisi.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono menegaskan, bahwa viralnya anak menganiaya orang tua karena beda pilihan ternyata tidak seperti itu.

Baca Juga:  Program Vaksinasi "Emas" Berjalan Lancar

“Ya, memang kita mendapat laporan penganiayaan oleh anak kandung. Namun, penganiayaan itu masalahnya karena menyuruh sang anak (terlapor) untuk berhenti menonton, karena sudah malam dan besok mau mengantar anaknya (cucu) pergi sekolah,” kata Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono, Kamis (8/2).
Menurutnya setelah disuruh untuk mematikan tv, terlapor Adi ini tidak senang dan tetap bersikeras untuk menonton debat terakhir Capres dan Cawapres.

Baca Juga:  COBA BACA DAN LIHAT STNK ANDA, Apa Kegunaan SWDKLLJ?

“Karena terlapor tetap ingin menonton, ibu terlapor langsung mematikan tv dan lampu di tempat nonton televisi. Setelah itu terlapor langsung diusir dari rumah oleh orang tuanya,” ujar Kombes Pol Harryo Sugihhartono.
Diduga tidak senang, terlapor langsung marah-marah dan melakukan penganiayaan terhadap kedua orang tuanya.

“Ya, terlapor memukul ayahnya tiga kali dan ibunya satu kali, dan setelah itu terlapor langsung pergi meninggalkan rumah,” terang Kombes Pol Harryo Sugihhartono.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Puji Progres Pembangunan LRT di Palembang

Saat anggota Satreskrim Polrestabes Palembang masih sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku.
“Ya, pelaku setelah menganiaya langsung kabur dan sampai saat ini belum diketahui keberadaannya, namun anggota kita terus melakukan pengejaran,” katanya.#udi

Komentar Anda
Loading...