Reses  Anggota DPRD Sumsel Dapil Sumsel II, Ini Hasilnya

26

Reses Tahap I Anggota DPRD Provinsi Sumsel dapil Sumsel II (Ilir Timur 1, Ilir Timur II, Ilir Timur III, Alang Alang Lebar, Sukarame, Kemuning, Sako, Kalidoni, dan Sematang Borang) di SLB C Karya Ibu Palembang. Kemudian dilanjutkan ke Panti Sosial Lansia Harapan Kita Palembang, Poltekkes Kemenkes Gizi Palembang, Akbid Budi Mulya Sukabangun Palembang dan SMA Xaverius 2 Palembang, Rabu (31/1).(BP/IST)

Palembang, BP- Reses Tahap I Anggota DPRD Provinsi Sumsel dapil Sumsel II (Ilir Timur 1, Ilir Timur II, Ilir Timur III, Alang Alang Lebar, Sukarame, Kemuning, Sako, Kalidoni, dan Sematang Borang) di SLB C Karya Ibu Palembang. Kemudian dilanjutkan ke Panti Sosial Lansia Harapan Kita Palembang, Poltekkes Kemenkes Gizi Palembang, Akbid Budi Mulya Sukabangun Palembang dan SMA Xaverius 2 Palembang, Rabu (31/1).

Hadir dalam reses Muhammad Yansuri SIP (Partai Golkar), Ir H Zulfikri Kadir (PDI Perjuangan), H M Anwar Al Syadat SSi MSi (PKS), Dr H Budiarto Marsul SE MSi (Partai Gerindra), Tamtama Tanjung (Partai Demokrat), Antoni Yuzar SH,MH (Partai Kebangkitan Bangsa) dan H Nopianto S.Sos MM (Partai Nasdem).

 

Koordinator reses Dr H Budiarto Marsul SE MSi mengatakan, untuk reses di SLB B dan SLB C tadi banyak permohonan.” Yang pertama kalau bisa itu di negeri kan sekolah tersebut. Untuk usulannya sudah ada. Jadi kita mengharapkan pemerintah cepat mengubah status sekolah tersebut menjadi negeri,” ujarnya.

 

“Kemudian mereka meminta alat-alat permainan. Kami berharap juga karena itu dibawa yayasan darma wanita dan meminta mengajukan usul untuk melengkapi permainan-permainan. Mereka juga minta difasilitasi latihan keterampilan keterampilan dan juga diberikan pelatihan khusus kalau mau melanjutkan sekolah,” tambah Budiarto.

Baca Juga:  Intan Merasakan Bisnis Songketnya Kian Maju Setelah Ikut WMM

 

 

Sementara itu, sambung Budiarto, untuk di Panti Sosial Lansia Harapan Kita Palembang para penghuninya cukup banyak. Jadi memang harus ada perhatian lebih khusus bangunannya harus diperbaiki.

 

“Ini harus jadi perhatian kita. Termasuk biaya makan Rp 24.000 per hari, dan itu dipotong pajak. Itu harus dinaikan, karena di tempat lain ada yang Rp 35.000 itu sudah bersih. Jadi Pemerintah harus lebih memperhatikan itu kasihan orang-orang tua yang membutuhkan layanan kesehatan harus dinaikkan lah,”katanya.

 

Ketua UPTD Panti Sosial Lansia Harapan Kita Palembang Edi Khaidir mengatakan, pada kunjungan reses ini pihaknya menyampaikan kondisi dan keuangan di UPTD di Panti Sosial Lansia Harapan Kita Palembang.

 

 

“Kita ini bertanggung jawab dengan 200 warga yang terlantar di Provinsi Sumsel dengan lokasi tempat panti lanjut usia ada di Indralaya 80 kapasitas, di Palembang 60 kapasitas, di Lubuklinggau 35 kapasitas dan di Musi Rawas ada 25 kapasitas. Jadi total 200 orang lansia panti sosial lansia Sumsel,” tuturnya.

 

 

“Kami sudah menyampaikan memohon kepada anggota DPRD provinsi Sumsel untuk dapat menganggarkan membantu rehab panti sosial ini. Bukan hanya di Palembang yang di panti Musi Rawas, Lubuklinggau dan Indralaya juga kondisinya sama dengan yang di Palembang kondisinya belum pernah di rehab,” tambahnya.

Baca Juga:  Tim Relawan Anies, Tim Sobat Anies dan Tim Jarnas Anies Siap Menangkan Anies dan Nasdem di Pemilu 2024

 

Ketika ditanya jumlah penghuni panti, dia menuturkan, panti di Palembang ini  kapasitasnya 60 tapi kondisinya sekarang 60 lebih. Seperti di Indralaya kapasitasnya disaba itu 80 orang tapi penghuninya 86 orang. “Tapi yang namanya kita yang bertugas di dinas sosial, walaupun kapasitasnya sudah lebih,  tetap kita tampung tadi sudah kami sampaikan,” ucapnya.

 

Ketika ditanya awak media, terkait uang makan penghuni panti sosial ini, dia menerangkan,  dari Dinas Sosial studi banding ke panti panti yang lain di provinsi lain y. Yang terendah saat ini di kalau  di Jawa Barat itu Rp 32.000 per orang per kepala perhari.  “Untuk di Sumsel ini cuma Rp 24.000 per orang per kepala. Itu masih ada untuk pembayaran pajak dan pihak ketiga. Jadi kita mengharapkan uang makan di panti lansia ini disamakan seperti Provinsi lain yakni minimal Rp 32.000 perkepala perhari,” katanya.

“Untuk petugas di tempat panti lansia itu ada PNS ada 6 orang termasuk saya kepala UPTD. Kemudian ada 6 petugas honor daerah dan ada 30 orang TKS yang tersebar di 4 panti jadi totalnya 42 orang untuk 4 panti.Induknya di Indralaya. Jadi administrasinya ada di Indralaya, untuk pantinya ada di Palembang, Musi Rawas dan Lubuklinggau,” katanya.

Baca Juga:  Satgas Darat Terus Upayakan Pencegahan Karhutla di Sumsel

Saat reses di Poltekkes Kemenkes Gizi Palbang dan SMA Xaverius 2, Budiarto menuturkan, dari Poltekkes mereka meminta bantuan supaya jalan di depannya itu sudah berlubang, mereka ingin dibantu pagar. Kemudian lampu jalan minta dihidupkan.

 

“Kalau di sini SMA Xaverius 2, mereka minta bantu sekat ruangan yang sudah rusak semua. Kemudian kursi-kursinya ada yang rusak.  Pemerintah juga bisa membantu walaupun swasta,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Xaverius 2 Petrus Widodo mengatak,  kami mengapresiasi kedatangan DPRD Sumsel.

 

“Tadi kami sudah sampaikan terkait pendidikan disini.  Kami sampaikan soal PPDB kami sarana prasarana di sekolah ini,” katanya.

“Kita juga sampaikan dengan Anggota DPRD Sumsel,  karena kami melayani masyarakat yang beragam baik agama maupun suku ada di sini maka kami juga ingin anak-anak di sini bisa telayani dengan baik dari segi fasilitas. Namun kan kami ini bergantung pada uang sekolah anak-anak maka nanti kalau pemerintah ada aspirasi untuk bisa bantu kami anak-anak kami bisa menikmati pendidikan yang lebih baik. Kami menyambut positif atas kehadiran bapak-bapak anggota DPRD Sumsel,” katanya.#udi

 

Komentar Anda
Loading...