Soal Bisnis HP , Eeng Bantai Satu Keluarga di Muba

35

Tersangka Eeng Praza (38), pelaku tunggal kasus hilangnya nyawa satu  keluarga di Lumpatan Muba dihadirkan dalam rilis yang digelar di Mapolda Sumsel Senin, (1/1) .(BP/IST)

Palembang, BP- Tersangka Eeng Praza (38), pelaku tunggal kasus hilangnya nyawa satu  keluarga di Lumpatan Muba dihadirkan dalam rilis yang digelar di Mapolda Sumsel Senin, (1/1) .

Dalam rilis awal tahun 2024 tersebut, polisi menyebut motif dari hilangnya nyawa satu keluarga ini terkait bisnis jual beli handphone (Hp).

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel AKBP Tulus Sinaga mengatakan tersangka menginvestasikan uang ke korban sebesar Rp 30 juta kepada korban Heri untuk bisnis jual beli handphone.

Saat kejadian tersangka datang ke rumah korban untuk meminta uang investasi yang diberikan kepada korban beserta keuntungan.

“Tapi bukannya keuntungan yang didapatkan tersangka tapi uang modal yang diberikan tidak dikembalikan oleh korban lalu terjadi perselisihan tersangka dan korban hingga berakhir dengan perkelahian,”kata Tulus Sinaga dihadapan wartawan saat pres rilis Senin (1/1).

Baca Juga:  Antisipasi Prakrisis, LAAGI dan IKA UKMC Akan Gelar Aksi Kesehatan Gratis

Dijelaskan, Tulus tersangka dan korban saling kenal saat tersangka menagih uang yang diinvestasikan ke korban. Tapi tidak diberikan korban lalu terjadi perkelahian.

“Pertama kali tersangka memukul korban Heri dengan kayu balok, ditempat yang sama ada ibu korban setelah kedua korban dipukul ada kedua anak korban lari ke belakang dan dikejar tersangka kedua anak korban pun juga dihantam dengan kayu oleh tersangka,” katanya.

Setelah keempat korban tidak berdaya tersangka memasukkan korban Heri kedalam septi tank yang ada dibelakang rumah setelah itu tersangka kabur melarikan diri sambil membawa handphone korban. “Handphone dan kayu yang digunakan tersangka menghabisi keempat korban dibuang ke kali,”tutupnya.

Baca Juga:  Dukung Program Pengintegrasian Transportasi Angkutan Umum di Palembang

Tersangka Eeng Praza mengaku dirinya nekat menghabisi keempat korban karena gelap mata. Terlebih saat ia meminta uang hasil penjualan handphone ke korban tidak diberikan.

“Saya berikan dia (korban) modal 30 juta untuk jual beli handphone seken dengan perjanjian keuntungan dibagi dua. Satu handphone dibeli 1,1 juta dijual 1,8 juta tapi saat saya tagih keuntungan tidak diberikan korban disinilah saya gelap mata dan khilaf sehingga kami pun berkelahi di dalam rumah korban,”katanya.

Baca Juga:  12 Ribu Hektar Lebih Hutan di TN Sembilang Dijarah

Diakui tersangka, dirinya menghabisi korban dengan sebatang kayu dipukulkan ke kepala korban lebih dari satu kali hantaman.

“Pertama yang saya hantam adalah Heri, tidak lama setelah baru ibunya. Nah saat itu ada juga dua anak korban karena saya takut ketahuan sehingga kedua anak itu saya kejar lalu saya pukul dengan kayu,”jelasnya.

Tersangka Eeng tidak menampik kalau dirinya juga mengikat tangan korban Heri dan ibunya lalu menendang jasad Heri ke dalam septictank.

“Saya waktu itu ketakutan setelah membunuh korban lalu saya kabur ke rumah keluarga saya di Jambi,” katanya.#udi

Komentar Anda
Loading...