PBB Palembang Desak Bawaslu Palembang Investigasi Kesalahan Admistrasi KPPS , PPK Sampai KPU

24
BP/DUDY OSKANDAR
Ketua DPC PBB Palembang Chandra Darmawan dan Ketua Bappilu DPC Hanura Palembang, Hidayat Comsu

Palembang, BP

Ketua DPC PBB Palembang Chandra Darmawan mendesak, Bawaslu Palembang melakukan investigasi kesalahan administrasi secara alami yang dilakukan KPPS, PPK sampai KPU.

“Persaingan kursi ini lebih berat. PBB dari dua kursi sekarang 0. Tapi, kami melihat, banyaknya kesalahan di tingkat penyelenggara atau di tingkat KPPS, karena dilakukan 24 jam non stop. Akibatnya suara dari tingkat KPPS yang kelelahan, kami PBB merasa dirugikan. Karena berpengaruh terhadap perolehan suara kami,” katanya, Senin (13/5).

Baca Juga:  Pementasan Dul Muluk “Sultan Abdul Moeloek”, SMB  IV Nilai Inilah Kebhinekaan Indonesia Melalui Akar Budaya.

Selain itu, kata ketua Fraksi Hanura Amanat Bulan Bintang (Habb) DPRD Palembang ini, antara suara partai dengan jumlah pengguna hak pilih dengan suara total caleg dan partai sebagai suara sah tidak ada kecocokan.

“Jadi ketika dilakukan rekap ditingkat PPK, hanya membuka C1 Plano atau C1 hologram tanpa membuka kotak suara. Harusnya sesuai UU nomor 7 Tahun 2017, penghitungan ulang itu dapat dilakukan bila terjadi selisih antara jumlah pemilih dengan surat suara sah yang dihasilkan dari C1 dan dilakukan di tingkat PPK,” katanya.

Baca Juga:  PBB Palembang Buka Pendaftaran Caleg

Menurutnya, temuan itu wajib ditindaklanjuti. Karena hal itu merupakan corong untuk pemilu selanjutnya.

“Ini merupakan awal dari pesta demokrasi secara serentak. Saya minta Bawaslu menindaklanjutinya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bappilu DPC Hanura Palembang, Hidayat Comsu mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan penyelenggara pemilu. Karena banyak kekacauan terjadi dalam proses pemilu presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Prov dan Kota.

Baca Juga:  Bawaslu Menangkan Gugatan PBB, Langsung Lakukan Penguatan

“Kami dari 3 kursi di DPRD Palembang sekarang 0. Penyelenggara tidak profesional. Kami minta pemerintah disikapi serius. Kami minta KPU RI bisa menonaktifkan 5 komiosner KPU Palembang,” katanya.#osk

Komentar Anda
Loading...