32 Tersangka, Polrestabes Palembang Bongkar  67 Kasus Curanmor

19

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, didampingi oleh Kasat Reskrim, AKBP Haris Dinzah saat  press release kasus curanmor, Rabu (20/12).(BP/IST)

Palembang, BP- Selama 21 hari menjalankan operasi mandiri kewilayahan, Polrestabes Palembang menangkap32 pelaku curanmor.

Opersasi ini menitikberatkan kejahatan 3C (curat, Curas, curanmor) khususnya Curanmor selama 21 hari, mulai 23 November hingga 18 Desember 2023.

Dengan melibatkan seluruh Unit Reskrim Polsek Jajaran dan Sat Reskrim Polrestabes Palembang, dalam operasi ini berhasil mengungkap kasus sebanyak 67 laporan polisi yang masuk di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.

 

Hal ini diungkapkan oleh Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, didampingi oleh Kasat Reskrim, AKBP Haris Dinzah,  Selasa (19/12).

“Kami telah mengamankan 32 tersangka Curanmor, yang terdiri dari 24 tersangka pencurian dengan pemberatan roda dua dan 8 tersangka pencurian dengan kekerasan roda dua. Dari jumlah tersebut, ada 6 tersangka yang merupakan residivis, yang sudah berulang kali melakukan tindak pidana dan pernah dipenjara,” ungkap Kombes Pol Harryo.

Masih kata Kapolrestabes Palembang, dari 32 tersangka tersebut ada terdapat 6 tersangka yang merupakan pelaku tindak pidana kambuhan alias residivis. Dimana enam orang tersangka tersebut sudah berkali-kali melakukan tindak pidana dan sudah beberapa kali masuk dalam lembaga pemasyarakatan.

Baca Juga:  Mr X Bertato Tewas Mengapung di Musi

“Tentunya dengan berulangnya tindak pidana yang dilakukan menjadi salah satu tambahan pasal pemberatan atas tindak pidana yang saat ini telah dipersangkakan tentunya nanti dijadikan pertimbangan dari dakwaan guna memberikan penuntutan atas maksimalnya tuntutan hukuman bagi para pelaku tersebut,” tuturnya.

Menurut Kombes Pol Harryo bahwa, dari 6 orang residivis yang mayoritas merupakan penyakit kambuhan, satu orang bernama Bambang adalah pelaku yang paling banyak melakukan tindak pidana pencurian di 36 tempat kejadian perkara (TKP). “Pelaku melakukan tindak pidana untuk areanya adalah di Kecamatan Sukarami, Sako, Gandus,” terangnya.

Lanjut Kombes Pol Harryo mengatakan, terkait tindak pidana Curanmor khususnya dengan objek roda dua dilakukan oleh para tersangka tersebut umumnya pada TKP yakni pemukiman rumah warga, kedua adalah perparkiran jalan umum, dan ketiga adalah di pusat pembelanjaan seperti Indomaret.

“Dengan melihat anatominya tentunya ini menjadikan perhatian kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan sepeda motor yang di parkir di tempat-tempat perparkiran umum di pusat perbelanjaan dan di pemukiman juga di halaman rumah, dibatasi tembok pun ada 8 TKP dengan memanjat rumah,” tukasnya.

Baca Juga:  Bentuk Desa Binaan Imigrasi, Kemenkumham Sumsel Libatkan Masyarakat dalam Pengawasan Keimigrasian

Kapolrestabes Palembang mengimbau kepada masyarakat pengguna kendaraan khususnya roda dua agar betul-betul melakukan tindakan safety terhadap kendaraannya dengan pengamanan yang berlapis, mungkin digembok atau pakai kunci otomatis.

Terkait tentang TKP pencurian dengan kekerasan, ada empat laporan polisi yang sudah di ungkap atas kejadian tersebut pada umumnya pencurian kekerasan yang dilakukan dari 4 LP tersebut ada di pemukiman dan di jalan umum ketika masyarakat sedang mengendarai kendaraannya dipaksa untuk turun dan pada akhirnya dengan ancaman senjata tajam yang bersangkutan melakukan perampasan atas kendaraan milik korban.

“Kami mengimbau pada masyarakat pengguna kendaraan agar kiranya menggunakan kendaraan lebih hati-hati, tidak dalam kondisi jalan yang sepi dan jangan sendirian sehingga ada bantuan keamanan diperlukan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya.

Baca Juga:  21 Ribu Sambungan Rumah IPAL Jadi Tanggungan Pemkot

Dalam pengungkapan itu, turut disita barang bukti sebanyak kurang lebih sepeda motor 23 unit dan 1 unit mobil, STNK 13 lembar, kunci kontak 10 buah, pakaian dan celana milik tersangka, 4 unit kunci letter T, 1 unit BPKB, 5 lembar atau 5 buku, flash disk, sandal jepit, surat ke leasing.

“Ada beberapa kendaraan ini yang ternyata masih statusnya leasing dan di kendaraan tersebut ada dokumen terkait tentang demikian, helm, kwitansi asli, dan sarana yang digunakan yaitu gerobak-gerobak sebagai bekal untuk mengangkut kendaraan tersebut, Untuk para tersangka akan dipersangkakan Pasal 363 KUHP dan Pasal 365 KUHP,” terangnya.

Untuk modus operasi para pelaku kejahatan tersebut, 63 kasus di ungkap pada umumnya mereka menggunakan Letter T atau Letter Y untuk merusak kunci kontak motor, kemudian 8 kasus dengan modus didahului dengan memanjat pagar, dan 4 kasus bersangkutan melakukan penodongan dengan senjata tajam kemudian melakukan perampasan kendaraan milik korban.#udi

 

 

 

 

Komentar Anda
Loading...