
Palembang, BP- Ketua Umum (Ketum) PAN Zulkifli Hasan (Zulhas ) meminta kader PAN di seluruh Sumsel dan tim kampanye daerah (TKD) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Sumsel untuk bisa memenangkan pasangan Capres dan Cawapres Prabowo-Gibran di Sumsel atas angka 60 persen.
“ Perlu kerja keras agar kursinya juga banyak ya kota Palembang sehingga pada saar kita Pilkada memudahkan karean kursi kita cukup untuk mengusung kandidat-kandidat terbaik ,” kata Zulhas usai membuka konsolidasi Pemenangan Partai Amanat Nasional Pemilu tahu 2024 di The Arista Hotel Palembang, Sabtu (16/12) malam.
Hadir diantaranya jajaran DPP PAN diantaranya Waketum PAN yang sekaligus Wakil Ketua MPR H Yandri Susanto S.Pt , ada Sekjen sekaligus Wakil Ketua DPR RI Eddy Soeparno, Ketua DPD Partai Golkar Sumsel Bobby Adhityo Rizaldi didampingi Ketua Harian DPD Partai Golkar Sumsel Hj RA Anita Noeringhati, Ketua DPW PAN Sumsel Iskandar SE, Ketua Ketua TKD Prabowo-Gibran Sumsel, Mawardi Yahya dan perwakilan partai-partai yang tergabung dalam kolisi Indonesia Maju (KIM) dan pengurus dan kader PAN seluruh Sumsel.
Tapi yang paling penting menurutnya Sumsel pasanggan Capres dan Cawapres Prabowo-Gibran bisa menang mutlak .
“Iya Insya Allah Sumsel selama ini kita kirim perwakilan DPR RI 2 , ini ketua wilayah Saudara Iskandar sudah berkerja keras , mudah-mudahan pemilu besok kita bisa mengirim tiga orang anggota dari Sumsel,” kata Zulhas.
Mengenai debat Capres beberapa waktu yang lalu Zulhas menegaskan Prabowo menang mutlak.
“ Menang mutlak sudah gitu aja,” kata Zulhas.
Zulhas kembali menegaskan bila Presiden Joko Widodo selaras dengan visi dan misi PAN. Bahkan ia tak ragu menyebutkan bila Jokowi adalah keluarga PAN, PAN adalah keluarga Jokowi.
“Pak Jokowi itu PAN banget. Apa yang dilakukan Pak Jokowi itu sebetulnya identik dengan visi dan misi Partai Amanat Nasional. Jokowi itu bisa menyelesaikan masalah yang akan datang mulai hari ini,” kata Zulhas.
Salah satu langkah yang dilakukan oleh Jokowi adalah pembangunan IKN untuk mengurai masalah kepadatan di Jakarta. Keputusan itu pun menurut Zulhas membuat Jokowi dihujat hingga dibully. Tetapi Jokowi tetap konsisten membangun Ibu Kota Negara di Kaltim.
“Pak Jokowi dihujat, dibully, konsisten membangun Ibu Kota Baru, PAN banget Pak Jokowi itu,” katanya.
Zulhas yang juga juga memuji langkah Jokowi yang menyulap Labuan Bajo menjadi destinasi wisata kelas dunia, dengan 11 hotel bintang lima di sana. Tak hanya hotel itu, Jokowi juga membangun jogging track hingga jalan dua arah. Karenanya ketika KTT ASEAN, Jokowi mengundang tamu negara untuk ke sana.
“Kemudian ada NTB, ada tontonan kelas dunia yaitu MotoGP. Ada di Lombok. Jadi Pak Jokowi itu ada di mana saja jejaknya,” tegas Zulhas.
Kemudian, lanjut Zulhas, jejak Jokowi juga ada di Jalan Tol yang menyambungkan Lampung dengan Palembang. Ada juga kereta cepat Jakarta-Bandung ‘Whoosh’ yang membuat perjalanan Jakarta-Bandung hanya 40 menit saja.
“Pak Jokowi itu keluarganya PAN, PAN itu keluarganya Pak Jokowi!” kata Zulhas.
Ketua DPW PAN Sumsel Iskandar SE menegaskan pihaknya terus melakukan kosolidasi dari hari kehari dan ini sudah menunjukkan peningkatan yang baik .
“ Tapi apa yang menjadikan hasil yang sudah di sampaikan saudara Joncik bahwa kami di Sumsel perlu kerja keras lagi untuk meningkatkan apa yang menjadi harapan Partai Amanat Nasional secara nasional, bahwa untuk dapil 1 dan dapil 2 pak Hafiz Tohir baru kerja 25 persen kalau 25 persen baru diangka 5 point dan tinggal kira-kira 1 point lagi, 1 digit lagi , digenjot dengan ditambahkan energi atau ditambahnya 50 persen kinerja dari saudara kita Umar maka akan aman dapil 1,” katanya.
Dan menurutnya di tunjang caleg-caleg DPRD Provinsi dan kabupaten kota dan dirinya yakin hal ini mampu di pertahankan.
“ Untuk DPR RI Sumsel II, saya berjanji apabila saya tidak tembus 2 kursi maka saya dengan berat hari untuk meninggalkan jika kursi itu bertumpu kepada saya, “ katanya.
Untuk DPRD tingkat provinsi PAN Sumsel hanya mendapatkan 5 kursi dan menurut evaluasi pihaknya bisa meraih 9 kursi dan 1 kursi PAN memang harus diperjuangkan .
“Dari 10 dapil (DPRD Provinsi) akan mantap menjadi 10 kursi ini akan memudahkan kinerja-kinerja apalagi Gerindra membutuhkan PAN untuk Pileg dan eksekutif ditahun 2024 ataupun nanti saudara kita Nasrun Umar menjadi Walikota Palembang, PAN sudah siap dengan perolehan kursinya ,” katanya.#udi