Calon Anggota Bawaslu Harus Berjiwa Berani Tegakkan Hukum Pemilu

289

JAKARTA, BP  –  Calon anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang akan berkontestasi dalam seleksi di tingkat daerah, harus memiliki jiwa ‘Berani’ menegakkan hukum pemilihan umum (pemilu).

 

Hal ini ditegaskan Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja dalam kegiatan Kursus Kepemiluan Nasional oleh Komite Independen Salam Pemilu (KISP) secara daring, Sabtu (17/6/2023).

 

Bagja menerangkan, kata  ‘Berani’ yang  dimaksudkannya adalah Anggota Bawaslu terpilih harus mampu menjawab tantangan pengawasan pemilu dengan menguasai segala aturan kepemiluan yang ada dalam regulasi.

Baca Juga:  Unjuk Rasa Berjalan Damai, Ini Respon Danrem 044/Gapo 

 

“Calon anggota terpilih, harus ‘Berani’  melakukan pencegahan dan penindakan. Semua itu caranya harus dengan menguasai segala regulasi yang ads,” kata Bagja.

 

Menurutnya, saat ini Bawaslu mengalami keterbatasan mengakses aplikasi SILON oleh KPU. Hal ini  menjadi persoalan serius yang harus diselesaikan dengan cara tegas.

 

Bagja berharap calon Anggota Bawaslu terpilih di daerah, bisa menjelaskan kepada masyarakat jika ada pertanyaan yang masuk kepadanya terkait teknis pengawasan kepemiluan.

Baca Juga:  BPOM Temukan 26 Kosmetik Berbahaya, DPRD Palembang Minta Penarikan Menyeluruh dan Pemusnahan Terbuka

 

“Kalau tidak berani ya mohon maaf jangan jadi pengawas. Tapi, berani juga jangan hantam kiri-kanan,”  kata jebolan S2 Universitas di Belanda ini.

 

Bagja menjelaskan, tujuan diadakannya acara kursus ini, berangkat dari banyaknya praktek curang kepemiluan yang dilakukan  peserta pemilu, perlu kiranya mengedukasi masyarakat terkait cara berpolitik berikut cara-caranya yang dibenarkan dalam undang-undang yang ada.

Baca Juga:  Komisi III DPRD Sumsel Minta Realisasi Dana PI Dari Perusahaan Capai 100 Persen 

 

“Kursus kepemiluan tingkat nasional ini dalam upaya penguatan kapasitas masyarakat menjelang Pemilu Serentak 2024,” ia memungkasi.#gus

Komentar Anda
Loading...