
Palembang, BP- Tak kunjung diberangkatkan Umrah meski uang biaya sudah dibayarkan, enam calon jamaah umrah mendatangi Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) guna memberikan keterangan terkait pelaporan yang mereka buat pada 20 Februari 2023 terhadap pemilik PT Lovina Aini Maias Tour and Travel.
Dalam laporannya, para korban hanya diberi janji manis tanpa benar-benar diberangkatkan umrah ke tanah Suci Mekkah.
“Kami pada awalnya dijanjikan berangkat pada tanggal 30 Januari 2023. Padahal daftarnya Agustus tahun 2022, nah lalu diundur lagi jadi tanggal 23 Januari 2023 tapi sampai sekarang tak kunjung diberangkatkan,” ujar salah satu pelapor Masitoh, Kamis (2/3).
Bahkan pada Minggu (15/1/2023) selain janji manis yang diberikan kepada belasan korban, pengelola dari PT Lovina Aini Maias Tour and Travel. juga sempat memberikan perlengkapan baju dan buku panduan serta menjanjikan pembagian koper pada Kamis (19/1).
“Sekarang ini jangankan berangkat, bertemu saja dengan pengelola atau pemilik travel tidak bisa bahkan kantornya sekarang sudah tutup,” katanya.
Tak ingin terus disuapin janji manis oleh pengelola travel umrah, harapan korban ingin pengelola mengembalikan uang yang telah disetor.
“Kami berharap uang kami bisa kembali, dan proses hukum terus berlanjut,” tegasnya.
Anita selaku pemilik dari PT Lovina Aini Maias Tour and Travel menjelaskan, jika pembatalan dan ingin uang dikembalikan, bisa dilakukan namun harus ada prosedur yang wajib dipenuhi.
“Pembatalan itu bisa saja namun mereka harus mengikuti prosedur, dengan mengajukan surat pembatalan. Dan untuk pengembalian uang itu harus menunggu sembilan puluh hari setelah pengajuan pembatalan,” katanya.
Terkait kondisi kantornya yang berada di Jalan R Sukamto, Kelurahan 8 ilir, Kecamatan Kemuning Palembang, menurut dia, sebenarnya tidak benar-benar tutup.
Melainkan, akibat adanya proyek pembangunan flyover simpang Angkatan 66 Palembang, sehingga untuk sementara waktu segera dipindahkan.
“Kantor tidak tutup, tapi karena disanakan ada proyek pas di depan kantor kami, jadi kami mau pindah kantor ke daerah Kampus,” katanya,
Direktur Ditreskrimum Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo membenarkan menerima laporan dari calon jemaah umrah.
“Saksi korban dan saksi lagi diperiksa, semua masih proses pengumpulan alat bukti,” katanya.#udi