Pemilu 2024: Bawaslu dan  PBNU  Kerja Sama Cegah Politisasi Identitas

233

JAKARTA, BP –  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)  bekerja sama  Nahdlatul Ulama (NU)  mencegah terjadinya politisasi identitas dalam Pemilu 2024 mendatang.

 

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan, rencana kerja sama tersebut disepakati usai Bawaslu menyambangi gedung PBNU dan diterima Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf di Jakarta, Selasa (28/2/2023).

 

Ketua Bawaslu  menyampaikan Pemilu 2024 mendatang harus bersih dari politik identitas yang digunakan untuk kepentingan politik praktis, juga politik uang. Pihaknya  berharap peserta pemilu tidak menjadikan tempat ibadah  berkampanye.

Baca Juga:  Ilham Hadiahkan Lukisan Raden Fatah Kepada Bacapres Anies Baswedan

 

Bagja  juga menegaskan, tidak ada lagi penggunaan atribut partai politik di tempat ibadah. “Ke depan kami (Bawaslu) dan PBNU akan melakukan gerakan-gerakan yang melibatkan warga dari tingkat terkecil seperti forum warga, bisa juga melibatkan pengurus ranting PBNU, kabupaten kota sampai provinsi untuk membantu menangkal politisasi identitas dan politik uang,” kata Bagja.

 

Selain itu, Bagja mengatakan, pemilu merupakan ajang kompetisi gagasan, kompetisi untuk meyakinkan warga negara bahwa program dan visi misi partai tersebut harus diperjuangkan. “Ini yang seharusnya ditawarkan partai politik,” ucap dia.

Baca Juga:  Bawaslu Sumsel Dapat Hibah Tanah di Kabupaten Banyuasin

 

Dalam diskusi tersebut juga dibahas  pelibatan pegiat media sosial dan influenser dalam membangun narasi politik yang lebih santun dan etis.

 

Sementara itu, Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, politisasi identitas dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat. Ia menilai, politik identitas hanya alat dari para kompetitor atau aktor politik untuk menutupi kekurangannya.

 

“Tidak punya tawaran, lalu mereka menipu pemilihnya dengan politik identitas. Dengan kata lain politik identitas itu saya anggap penipuan,” kata  Gus Yahya sapaan akrabnya.

Baca Juga:  DKPP Periksa Ketua Bawaslu Prabumulih

 

Gus Yahya  berharap Bawaslu membuat narasi yang kuat soal anti politisasi identitas.  Gus Yahya juga menegaskan PBNU siap bekerjasama dengan Bawaslu dalam guna membuat pemilu damai tanpa politik identitas. “PBNU siap bekerja sama,” ucapnya.

 

Untuk diketahui, dalam pertemuan tersebut, hadir pula tiga anggota Bawaslu lainnya yakni Lolly Suhenty, Totok Hariyono, Herwyn JH Malonda, Sekretaris Jenderal Bawaslu Ichsan Fuady, dan Deputi Bidang Dukungan Teknis La Bayoni.#gus

Komentar Anda
Loading...