Polemik Balai Pertemuan,  Sekretaris Palembang Darussalam Sepakat Dukung Langkah AMPCB

131
Sekretaris Palembang Darussalam Sepakat (Pedas) Kms Ahmad Idham Murni  (BP/udi)

Palembang, BP- Polemik Pembiaran cagar budaya di kota Palembang salah satunya rusaknya bangunan Balai Pertemuan yang berada dibelakang Kantor Pemerintah Kota Palembang seperti yang disuarakan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Budaya (AMPCB) terus berlanjut.

Kali ini,  Sekretaris Palembang Darussalam Sepakat (Pedas) Kms Ahmad Idham Murni  angkat bicara terkait pemasalahan ini, menurutnya Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Budaya (AMPCB)  sudah bergerak cepat mengingatkan pemerintah untuk lebih peduli dengan cagar budaya dari peninggalam zaman Kolonial Belanda atau zaman sebelumnya.

“ Kita menghimbau kepala bapak Walikota , Kepala Dinas kebudayaan , Kepala Dinas Pariwisata untuk bergerak cepat menyelesaikan permasalahan cagar budaya ini, jangan berlarut-larut, kita berharap kepada siapa lagi, kalau tidak kenapa pemerintah ,” katanya, Minggu (26/2).

Baca Juga:  Sempat Grogi Berikan Kata Sambutan, Kartika Sandra Desi Jabat Ketua Gerindra Sumsel

Dan saat ini menurutnya jangan saling menyalahkan , harus di cari solusi bersama-sama , duduk bersama dan berikan waktu luang  kepada Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Budaya (AMPCB) untuk duduk bersama untuk mencarikan solusi.

“ Jangan cagar budaya ini terbengkalai, faktor-faktor sejarah dari zaman dulu contoh Balai Pertemuan atau Societet ini di bangun  oleh Belanda tahun 1928, pada saat zaman Kolonial Belanda , bangunan ini di gunakakan  untuk pertemuan para sinyo-sinyo Belanda  untuk menari, untuk berkesenian  termasuk zaman orde lama di pakai untuk tempat teater  masuk zaman orde baru Balai Pertemuan ini menjadi tempat seni bahkan Koes Plus pernah tampil di Balai Pertemuan, “ katanya.

Baca Juga:  Puluhan Warga Demo Tuntut Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Pemenangan Harnojoyo di Pilkada,

Pihaknya berharap kepada Pemerintah , khususnya Walikota Palembang dan Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang  agar permasalahan ini tidak berlarut-larut  dan harus segera diselesaikan .

“ Hargailah pendapat dari masyarakat kota Palembang,”kata pria yang juga menjabat sebagai  Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi Sumsel.

Apalagi selama ini menurutnya kota Palembang dikenal sebagai kota sejarah , karena kota tertua di Indonesia.

Dan semenjak Pemerintah Kota Palembang di pimpin Walikota Palembang Harnojoyo ini  sudah ada beberapa cagar budaya diperhatikan tapi ada juga yang tidak di perhatikan.

“ Harapan kami kepada Kepala Dinas Kebudayaan yang sudah dipertanggungjawabkan  khususnya  dibidang kebudayaan  harus memperhatikan cagar budaya ini , karena ini adalah kewajiban, karena ada anggaran yang sudah dianggarkan oleh pihak pemerintah dan kami minta tolong kepada pemerintah  satu kali lagi , tolong beri ruang Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Budaya (AMPCB)  ini untuk duduk berdiskusi , solusinya apa diberikan , jangan seolah-olah dibenturkan dengan satu permusuhan , kami ini rakyat , rakyat ini mau ngadu kemana  kalau bukan ke pemerintah,” katanya.

Baca Juga:  Realisasi Raskin Baru 81 Persen

Menurutnya kalau pihak Pemerintah Kota Palembang tidak peduli dengan kebudayaan pastinya pihaknya akan mengambil langkah-langkah  melalui aliansi-aliansi yang ada ini , bahkan pihaknya akan melaporkan ke Kementrian  Pariwisata dan Kebudayaan melalui jalur DPR RI, DPRD Kota  dan DPRD Provinsi  supaya aspirasi masyarakat benar-benar di tampung dan harus diperhatikan.#udi

 

 

Komentar Anda
Loading...