Penampilan Pertunjukan  “Sang Penjaga” Memukau Penonton

219

“Sang Penjaga” Pengemasan Adat Tradisi Tunggu Tubang Suku Semende Sumatra Selatan ke dalam bentuk seni pertunjukan  tampil memukau Sabtu (17/12) di pelataran Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.(BP/udi)

Palembang, BP- Sendratari “Sang Penjaga”, pengemasan adat tradisi Tunggu Tubang Suku Semende Sumatra Selatan yang  diprakarsai oleh Nurdin  tampil memukau.

 

Pertunjukan ini digelar pada Sabtu (17/12)  malam di pelataran Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

 

Dimulai dengan lantunan sastra tutur guritan Semende, pertunjukkan  yang menampilkan tari,  drama dan musik mengekspresikan persoalan adat istiadat Tunggu Tubang.

 

Para pelaku mampu memukau ratusan penonton di pelataran Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.

 

Para pemeran utama adalah  Isnayanti Syafrida sebagai Nineng, Sari Aprilianti sebagai Ndung dan Salwa Pratiwi sebagai Cucung  mampu mewakili tiga  generasi Tunggu Tubang. Nineng mengkhawatirkan keberlanjutan  adat tunggu tubang, sementara anak dan apalagi cucunya sudah masuk ke dalam zaman yang berbeda.

Baca Juga:  Spesialis Pencuri Mobil Truk Di Tembak

 

Begitulah esensi pertunjukan adat istiadat Suku Semende yang mengangkat gejolak jiwa penunggu tubang yang berada di persimpangan zaman.

 

Pertunjukkan  ini  diperkuat oleh budayawan Palembang Vebri Al Lintani sebagai pengarah budaya, Hasan sebagai sutradara, Rio sebagai penata musiknya, Riko sebagai Asisten Penata Musik dan Erick, Geger dan Ergo sebagai  Asisten Koreo dan melibatkan 50 pelaku seni dari berbagai sanggar seni di Palembang.

 

Kegiatan ini merupakan program hibah seni Pemanfaat Ruang Publik LPDP perorangan yang diterima oleh Nurdin dari dana Indonesiana Kemedikbud.

Baca Juga:  Pimpin K3S SMK, Zulfikri Bakal Gelar Kompetisi Film Pendek 

 

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Agus Rizal mengapresiasi kegiatan ini.

“Kami sangat senang adanya kegiatan yang memanfaatkan Museum SMB II yang berlatar belakang sejarah KPD”, kata  Agus.

 

Agus  berharap, tahun depan akan lebih banyak lagi yang memanfaatkan pelataran Museum SMB II untuk ekspresi kesenian.

“Pertunjukan  Nurdin malam ini bisa jadi contoh yang baik”, tambah Agus.

 

Sementara itu, Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja, S.H.  M.Kn yang hadir dalam pertunjukkan tersebut mengapresiasi pertunjukkan “ Sang Penjaga”.

 

Menurut Sultan pelataran SMB II ini memang cantik dijadikan latar belakang pertunjukan ke depannya.

Baca Juga:  Tim Gabungan  Amankan Dua Remaja  Putri yang Duel Maut di TPU Talang Kerikil

“Pertunjukkan ini sangat bagus untuk menarik  animo masyarakat  agar memerkuat  kearifan lokal kita disini.  Kami berharap  setiap bulan atau setiap akhir pekan  di gelar acara di tempat ini sehingga masyarakat seni bisa berekspresi” katanya.

Sedangkan Koreografer karya “Sang Penjaga”, Nurdin S. Pd., M. Sn berharap dirinya menjadi bagian kecil  orang atau pelaku budaya yang turut membangun  eko sistim kebudayaan di kota Palembang.

“ Kemudian merangsang teman-teman yang lain untuk menggeliatkan  eko sistim  kesenian /kebudayaan di kota Palembang,”katanya.#udi

 

 

 

 

Komentar Anda
Loading...