KPU Dorong Mahasiswa Jadi KPPS

PALEMBANG, BP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendorong para mahasiswa di Indonesia menjadi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada pemilihan umum (pemilu) 2024 mendatang.
Ketua KPU Sumsel, Amrah Muslimin mengatakan, dalam rapat konsolidasi dan sosialisasi pembentukan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara) untuk pemilu 2022, Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari menyampaikan terkait kolaborasi KPU dengan pihak kampus untuk mendorong mahasiswa menjadi KPPS.
“Statement pak Hasyim itu mengarahkan kawan-kawan mahasiswa nanti jelang pemilu diperbantukan menjadi petugas KPPS,” kata Amrah kepada BeritaPagi, Minggu (4/12).
Karena berdasarkan pengalaman pemilu 2019 lalu banyak petugas yang sakit bahkan meninggal karena kelelahan, sehingga di pemilu 2024 mendatang dibutuhkan orang-orang muda yang salah satu alternatifnya dimungkinkan bantuan dari tenaga para mahasiswa.
Menurutnya, selama ini mahasiswa berada di luar sistem pemilu dan mahasiswa melihat pemilu hanya dari luar saja, maka sering muncul statement pemilu curang atau statement negatif lain. Untuk itulah Ketua KPU RI ingin mahasiswa berperan lebih luas menjadi KPPS.
“KPU berharap para mahasiswa ini masuk dalam sistem pemilu dengan menjadi penyelenggara, jika selama ini menjadi pemantau saja sekarang ikut dalam proses bagaimana suara itu dimulai dari bawah, ke depan diharapkan ada kerjasama dengan mahasiswa,” ucapnya.
Tergabungnya para mahasiswa menjadi KPPS juga dapat menjadi filter terhadap upaya kecurangan yang selama ini mungkin terjadi. “Mereka diharapkan menjadi filter dan berani menolak ketika ada upaya kecurangan itu. Logisnya mahasiswa itu nanti menjadi KPPS,” Amrah menuturkan.
Selain itu, dengan terlibat dalam penyelenggara pemilu mahasiswa akan mengetahui jika menyelenggarakan pemilu tidak semudah yang dibayangkan, mulai dari saat suara dikumpulkan satu persatu dari pemilih, lalu masuk dalam penghitungan hingga larut malam.
KPU Provinsi Sumsel akan menindaklanjuti yang menjadi keinginan Ketua KPU RI ini, dengan berkoordinasi dengan pihak kampus di Sumsel. “Untuk jumlah mahasiswanya tergantung nanti dengan mekanisme dan proses yang harus diliat serta dilakukan tes kemampuan, tidak hanya pintar mahasiswa juga harus memiliki mental yang bagus,” katanya.
Seperti diketahui sebelumnya, Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari melakukan rapat konsolidasi dan sosialisasi pembentukan PPK dan PPS untuk pemilu tahun 2024 di Jakarta beberapa waktu lalu. Dalam rapat Hasyim menyampaikan, KPU tengah berkolaborasi meminta bantuan kampus untuk merekrut mahasiswa dalam rangka program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar.
Menurutnya, kampus merdeka bukan sekadar magang atau kerja praktik namun juga mendorong mahasiswa untuk menjadi PPS. “Nanti pada saatnya ketika rekrutmen KPPS, saya mohon bantuan kepada teman-teman KPU provinsi kira-kira Rektor akan mengirim berapa orang, by name dan NIK-nya, di mana clusternya. Bukan clustering fakultas dan universitas. Cluster itu adalah daerah di mana mahasiswa akan ditugaskan,” Hasyim menjelaskan.#gus