MUARA ENIM, BP – DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Muara Enim mulai bergerilya menjaring calon legislatif (Caleg) secara internal. Banyak yang menyatakan minat bergabung Hanura bahkan ada yang ingin pindah partai.
Demikian diungkapkan Ketua DPC Hanura Muara Enim periode 2021-2026, Zulharman ST kepada BeritaPagi, Minggu (4/12). Ia mengatakan, secara resmi pihaknya belum mendapatkan instruksi membuka pendaftaran caleg, namun Hanura Muara Enim sudah mulai bergerilya bergerak menjaring caleg.
“Penjaringan internal sudah kami lakukan, jadi setiap daerah pemilihan (dapil) yang ada anggota dewannya, ditugaskan mencari dan melakukan pendekatan terhadap sosok atau tokoh yang berpotensi meraup banyak suara untuk menjadi caleg dari Hanura, kami masih terus cari,” kata Zulharman.
Dirinya pribadi juga sudah melakukan komunikasi dengan beberapa pihak yang sudah menyatakan minat akan berjuang bersama Hanura di pemilihan legislatif (pileg) 2024 mendatang.
“Bahkan ada dari partai lain yang ingin pindah ke Hanura, tapi tidak etis saya sebutkan dari partai mana,” ucap dia.
Menurut Zulharman, Hanura masih menjadi magnet banyak pihak untuk bergabung khususnya dari kader-kader partai yang baru muncul, karena Hanura sudah memiliki nama lebih dulu sehingga perjuangan bersama Hanura tidak sesulit kader tersebut berjuang bersama partai barunya.
Ia mengungkapkan, Hanura Muara Enim pada 2024 mendatang menargetkan mendapat satu kursi di setiap dapil, saat ini Hanura Muara Enim baru mendapatkan tiga kursi dari empat dapil yang ada.
“Nanti di Muara Enim akan pecah dapil, dari empat dapil menjadi lima dapil, nah kita upayakan di lima dapil ini ada kursi, sehingga kita dapat merebut posisi pimpinan,” ia memungkasi.
Sementara itu, terkait caleg ini, Ketua DPD Hanura Sumsel, Ahmad Al Azhar mengatakan pihaknya tidak akan merekrut caleg yang pernah menjadi narapidana (napi) tindak pidana korupsi (tipikor), narkoba dan pedofilia.
Karena menurutnya tipikor adalah perbuatan yang menunjukkan etika prilaku dan moral tercela yang menyakiti hati masyarakat. Lalu yang pernah menjadi napi narkoba juga extraordinary crime yang merusak seluruh sendi dan sektor masyarakat, merusak dan membunuh generasi muda dan secara tidak langsung melumpuhkan negara.
Apalagi napi pedofilia, merupakan tindakan bermoral bejat yang menunjukkan ciri khas orang tersebut. Hanura tidak akan mengusung caleg yang ada kriteria tiga hal ini.#gus