Hanura Muara Enim Gerilya Jaring Caleg

248

MUARA ENIM, BP – DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Muara Enim mulai bergerilya menjaring calon legislatif (Caleg) secara internal. Banyak yang menyatakan minat bergabung Hanura bahkan ada yang ingin pindah partai.

Demikian diungkapkan Ketua DPC Hanura Muara Enim periode 2021-2026, Zulharman ST kepada BeritaPagi, Minggu (4/12). Ia mengatakan, secara resmi pihaknya belum mendapatkan instruksi  membuka pendaftaran caleg, namun Hanura Muara Enim sudah mulai bergerilya bergerak menjaring caleg.

“Penjaringan internal sudah kami  lakukan, jadi setiap daerah pemilihan (dapil) yang ada anggota dewannya, ditugaskan mencari dan melakukan pendekatan terhadap sosok atau tokoh yang berpotensi meraup banyak suara untuk menjadi caleg dari Hanura, kami masih terus cari,” kata Zulharman.

Baca Juga:  Rekapitulasi Tingkat KPUD Provinsi, Caleg PDI Perjuangan Rita Suryani Raih 40.661 Ribu Suara

Dirinya pribadi juga sudah melakukan komunikasi dengan beberapa pihak yang sudah menyatakan minat akan berjuang bersama Hanura di pemilihan legislatif (pileg) 2024 mendatang.

“Bahkan ada dari partai lain yang ingin pindah ke Hanura, tapi tidak etis saya sebutkan dari partai mana,” ucap dia.

Menurut Zulharman, Hanura masih menjadi magnet banyak pihak untuk bergabung khususnya dari kader-kader partai yang baru muncul, karena Hanura sudah memiliki nama lebih dulu sehingga perjuangan bersama Hanura tidak sesulit kader tersebut berjuang bersama partai barunya.

Baca Juga:  Pendaftaran Caleg Dibuka, Bawaslu Maksimalkan Pengawasan

Ia mengungkapkan, Hanura Muara Enim pada  2024 mendatang menargetkan mendapat satu kursi di setiap dapil, saat ini Hanura Muara Enim baru mendapatkan tiga kursi dari empat dapil yang ada.

“Nanti di Muara Enim akan pecah dapil, dari empat  dapil menjadi lima dapil, nah kita upayakan di lima  dapil ini ada kursi, sehingga kita dapat merebut posisi pimpinan,” ia memungkasi.

Sementara itu, terkait caleg ini, Ketua DPD Hanura Sumsel, Ahmad Al Azhar  mengatakan pihaknya  tidak akan merekrut  caleg  yang pernah menjadi narapidana (napi) tindak pidana korupsi (tipikor), narkoba dan pedofilia.

Baca Juga:  Bawaslu dan 38 Lembaga Pemantau, MoU Kawal Pemilu Luber Jurdil

Karena  menurutnya tipikor  adalah perbuatan yang menunjukkan etika prilaku dan moral  tercela yang menyakiti hati   masyarakat. Lalu yang pernah menjadi napi narkoba juga extraordinary crime yang  merusak seluruh sendi dan sektor masyarakat, merusak dan membunuh  generasi muda dan secara tidak langsung  melumpuhkan negara.

Apalagi  napi pedofilia, merupakan  tindakan  bermoral bejat yang  menunjukkan ciri khas  orang tersebut. Hanura tidak akan mengusung  caleg yang ada kriteria tiga hal ini.#gus

Komentar Anda
Loading...