Cegah Kegagalan Pada Sistim PLTU, PT IIP Gelar Bimtek

130
Direktur Utama  PT IIP, Dr. Ir. Diah Kusuma Pratiwi, MT CIAP saat membuka Bimbingan Tehnik (Bimtek)  Assesmen Performansi dan Analisa  Kegagalan Pada Sistim Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), di  Hotel Santika, Palembang, Rabu (5/10) hingga Kamis (6/10). (BP/IST)

Palembang, BP-PT Industri Inovasi Pramitha  (IIP) menggelar Bimbingan Tehnik (Bimtek)  Assesmen Performansi dan Analisa  Kegagalan Pada Sistim Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), di  Hotel Santika, Palembang, Rabu (5/10) hingga Kamis (6/10).

Kegiatan diikuti sejumlah perusahaan  diantaranya PT BA, PT Bukit Energi Service Terpadu.

Dalam kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Prof Ir Riman S, M. Sc, Ph D (Dosen Teknik Mesin Universitas Sriwijaya (Unsri) ), Dr. Ir. Diah Kusuma Pratiwi, MT CIAP (Direktur PT IIP sekaligus Dosen Teknik Mesin Unsri) dan  Gunawan ST . MT (Dosen Teknik Mesin Unsri).

Menurut Direktur Utama  PT IIP, Dr. Ir. Diah Kusuma Pratiwi, MT CIAP sengaja pihaknya menggelar Bintek ini yang berkaitan kerusakan pada alat-alat  PLTU.

Baca Juga:  PKN Palembang  Incar 6 Kursi DPRD 

Kegiatan menurutnya di gelar selama dua hari dimana di hari kedua akan di gelar diskusi  tentang kerusakan-kerusakan yang mereka terima selama ini.

“ Biasanya ada beberapa penyebab terjadinya kerusakan pada alat-alat  PLTU, kadang-kadang ada supplier nakal ,beberapa kali kita temukan  bahwa material itu tidak sesuai spek atau sudah sesuai spek  tapi tehnologinya  tidak dapat, lalu coating  atau pelapisan , pelapisan tidak sesuai spek sehingga terjadi korosi, akibat  dari kerusakan itu industri terpaksa berhenti produksi  sehingga itu menyebabkan kerugian (financial loss),” katanya di sela-sela Bimtek, Rabu (5/10).

Tetapi menurutnya jika kesalahan dalam melakukan manufacture maka bisa terjadi ledakan sehingga kerugian menambah    termasuk nyawa manusia, alatnya menjadi rusak dan terpaksa membuat alat baru dan produksi berhenti yang berarti financial loss karena adanya pengaruh terhadap dampak lingkungan.

Baca Juga:  Hotel Ibis Terus Tinggikan Lantai Bangunan

Diah juga mengatakan , PT IIP juga bergerak bidang diantaranya pelatihan dan bimtek, sertifikasi, mechanical  desain, membuat mesin baru sesuai kebutuhan masyarakat berdasarkan survey, kerjasama dengan Dinas Perindustrian, Inspeksi lapangan jika ada kerusakan di pabrik

“ Kita juga melakukan asessmen  kepada perusahaan yang membuat alat baru, alat layak atau tidak di operasionalkan  itu harus ada penilaian pihak ketiga berdasarkan keilmuan itu kita lakukan assesmentnya kita simulasi dengan software kita  lihat kemudian kita ukur dan kelapangan termasuk misalnya apakah dia dibaut kemudian di las dengan sebenarnya, kalau tukang las tidak sesuai dengan sertifikat , ngelas  diatas kepala dengan ngelas di bawah itu beda sertifikat, kalau tidak sesuai sertifikat maka  las tidak bagus kualitasnya,” kata Diah yang juga  Ketua Umum Forum Pariwisata dan Budaya (Forwida) .

Baca Juga:  KPU Sumsel Tetapkan 1 Oktober DPT Pilkada

Sehingga dalam membangun suatu PLTU menurutnya harus ada kajian terlebih dahulu dengan melibatkan konsultan PLTU tapi konsultan cuma membangun  tapi sebelum membangun harus ada simulasi benar tidak yang dibuat.

Sedangkan Prof Ir Riman S, M. Sc, Ph D  menjelaskan tentang konversi energy  , perubahan dari energy  panas menjadi pembangkit listrik di PLTU.

Gunawan ST . MT menjelaskan tentang inspeksi sebelum terjadi kerusakan di PLTU dengan menggunakan software Risk Based Inspection  (RBI) yang sudah di pakai PT Pusri, PT Pupuk Indonesia.#osk

Komentar Anda
Loading...