Bawaslu Sumsel Ingatkan Parpol Peserta Pemilu Utus Saksinya Ikuti Pelatihan

30
Ketua Bawaslu Sumsel Yenli Elmanoferi SE MSi. BP/Rizal

 

PALEMBANG, BP – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meminta seluruh peserta pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan 2024 mendatang, mematuhi aturan dan ketentuan selama pentas demokrasi berlangsung. Peserta pemilu juga agar mengirimkan para saksi untuk dilatih Bawaslu Sumsel.

Pada Pemilu 2019 silam, keikutsertaan saksi dari Parpol pada pelatihan yang digelar Bawaslu Sumsel masih sangat kecil. Berkisar diangka 2 sampai 64 persen. Parpol terendah yang mengutus saksinya memang partai baru kala itu.

Ketua Bawaslu Sumsel, Yenli Elmanoferi SE Msi, mengingatkan, jelang Pemilu 2024 nanti, Parpol harus aktif mengutus saksinya untuk dilatih.

“Harapan kami di pemilu 2024 mendatang, saatnya partai politik dan pasangan calon kepala daerah, dan calon DPD mengirimkan para saksinya untuk dilatih Bawaslu,” ia menuturkan.

Baca Juga:  KPU Palembang Sosialisasi Tahapan Pemilu 2024, Apa Saja?

Dalam pelatihan saksi, Bawaslu  menyiapkan modul dan materi pelatihan agar para saksi paham dengan hak dan kewajibannya, dan saat proses rekapitulasi nantinya para saksi akan paham jika terjadi pelanggaran sehingga dapat membantu pengawasan pemilu.

“Kami sudah sampaikan dan undang parpol untuk mengirim saksinya bahkan sudah dijadwalkan, tapi ternyata respon peserta pemilu sangat rendah,” ia mengungkapkan.

Namun Bawaslu tetap akan mengingatkan lagi soal pentingnya pelatihan saksi ini, kepada seluruh peserta pemilu di seluruh kabupaten/kota di Sumsel.

Baca Juga:  Tren Partisipasi Pemilih Pemilu Naik

Masih kata Yenli, dalam pelaksanaan tugas, Bawaslu Sumsel dan seluruh jajaran tidak akan melakukan penindakan jika tidak ada pelanggaran dan pengaduan. Pihaknya  meminta masing-masing peserta pemilu, mulai dari partai politik, calon Presiden dan Calon Wakil Presiden serta tim kampanye mematuhi aturan dan ketentuan.

“Mari kita patuhi ketentuan,  kalau masing-masing peserta pemilu berkomitmen sesuai dengan yang diatur undang-undang,  maka pelaksanaan demokrasi di Sumsel akan adem. Jangan sampai  terjadi keributan  seperti di beberapa beberapa daerah, baik soal rekapitulasi sampai melakukan demonstrasi,” kata Yenli.

Dalam hal pengawasan pemilu, Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri, dan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak termasuk masyarakat, baik offline dan juga online.

“Yang jelas kami menjalin kerjasama secara maksimal dengan stake holder, dengan pemerintah daerah, TNI/POLRI, kejaksaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pengawasan di tahapan pemilu. Apalagi rekan media cetak dan online sebagai penyebar informasi kegiatan Bawaslu,” katanya.

Baca Juga:  Bawaslu Sumsel Akreditasi Dua Lembaga Pemantau Pemilu

Pihaknya juga membuka diri untuk menerima masukan dan saran berbagai pihak demi kesuksesan pemilu dan pemilihan di 2024 mendatang.

Mengingat tantangan pengawasan pemilu 2024 akan sangat berat bagi penyelenggara pemilu, karena dalam satu tahun akan digelar pemilihan legislatif, pemilihan kepala daerah dan juga pemilihan Presiden dan Calon Wakil Presiden.#gus/riz

Komentar Anda
Loading...