Seluruh Sektor Bakal Terdampak, PKS Sumsel Tolak Kenaikkan Harga BBM

36
Ahmad Toha (BP/IST)

Palembang, BP- Ketua DPW PKS Sumsel Muhammad Toha menyatakan bahwa sikap PKS Sumsel  jelas sejak awal telah menolak rencana kenaikan harga BBM, maka sekarang ketika diumumkan kenaikan BBM mulai dari Pertalite, Solar, dan Pertamax PKS Sumsel tetap konsisten menolak kebijakan tersebut.

Sebagaimana diketahui harga terbaru BBM bersubsidi dan non-subsidi itu mulai berlaku pada Sabtu (3/9) pukul 14.30.

Baca Juga:  Jambret HP Warga, Dua Oknum Security Ini Diciduk

Harga Pertalite naik dari sebelumnya Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, Solar naik dari sebelumnya Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax naik dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter.

Menurut Toha, Ekonomi rayat sekarang meski masih merangkak baru mau pulih dari covid 19, serta hantaman kenaikan minyak goreng maka rakyat akan bertambah sengsara dengan naiknya harga BBM.

Baca Juga:  SMB IV Pimpin Ziarah Makam Sultan-Sultan Palembang  Darussalam

“Sebab  kenaikan BBM tersebut akan berimbas kepada kenaikan di sektor lainnya, kenaikan harga barang pokok dan berbagai komoditas,”kata Toha, Selasa (6/9)

Lebih lanjut, Toha mengatakan pekerja sektor informal seperti petani, nelayan, buruh, UMKM, sopir angkutan, pedagang keliling akan semakin sulit akibat kenaikan BBM.

Toha mencontohkan bahwa ia mendengar biaya pengemudi ojek online untuk membeli BBM sekitar 30% – 40% dari pendapatan yang mereka peroleh, maka dengan adanya kenaikan harga BBM.

Baca Juga:  2.500 Polri & TNI Amankan Kedatangan Jokowi

“Artinya ada dua kemungkinan yang akan terjadi yaitu ongkos naik tapi penumpang sepi atau jika ongkos tidak dinaikkan maka pendapatan mereka bakal turun,” katanya.#osk

 

 

 

Komentar Anda
Loading...