Akhir Kasus Selingkuh ASN OKI: Damsir Bebas Tugas, Winda Jadi Portir RS

193
Foto kiri: Winda Anggraeni Garnis dan Damsir Khalik Masri. Kanan: Polwan Suci istri Damsir.

Kayuagung, BP -Setelah melewati proses cukup panjang, akhirnya pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memberikan sanksi berat terhadap Damsir Khalik Masri dan Winda Anggraeni Garnis, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Pemkab OKI.

Aksi perselingkuhan sepasang sejoli hingga viral di media sosial setelah seorang Polwan bernama Suci yang merupakan Isteri dari Damsir membuat laporan ke Polda Sumsel.

Disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten OKI, H. Husin S.Pd MM jika keduanya telah dijatuhkan sanksi terberat sesuai Hukuman disiplin bagi PNS yang diatur dalam PP Nomor 94 Tahun 2021.

Baca Juga:  Ibu Rumah Tangga Tepergok Suami 'Ngamar' dengan Selingkuhan

“Sanksi berat yang diberikan untuk Damsir berupa pembebasan atau pemberhentian dari jabatannya dan tidak lagi bertugas di lingkungan sekretariat daerah OKI,” katanya.

“Selanjutnya yang bersangkutan kita mutasikan ke wilayah perairan, yakni kantor Kecamatan Sungai Menang agar menjadi pelajaran bagi yang bersangkutan,” ucapnya saat ditemui di pendopoan Rumah Dinas Bupati OKI, Jumat (2/9/2022) sore.

Baca Juga:  Istri Digrebek Sedang Bersama Pria Lain di Kamar Hotel

Masih kata Sekda, untuk Winda juga mendapatkan sanksi berat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah.

“Winda diberikan sanksi berupa penurunan pangkat setingkat dari pangkat yang ada. Dari yang sebelumnya fungsional sekarang menjadi porter (pegawai yang mendorong tempat tidur pasien) di Rumah Sakit Umum Tugu Jaya,” tambah Sekda.

Dikatakannya sanksi yang diberikan sesuai dengan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), yaitu salah satu poin hukuman disiplin berat.

Baca Juga:  Walikota Saksikan dan Apresiasi Pergelaran De'kape

“SK pemberian sanksi tertanggal 1 September 2022 kemarin, keduanya sudah resmi menerima,” papar dia.

Husin menambahkan bagi ASN yang dijatuhi sanksi kepegawaian diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan.

“Negara kita kan negara hukum, jadi ASN yang dijatuhi sanksi hukuman indisipliner diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan tentunya dengan mekanisme yang benar,” tegasnya. #ros

Komentar Anda
Loading...