Museum Dr AK Gani Gelar Peringatan Detik-Detik Proklamasi

63
Museum Pahlawan Nasional Dr Ak Gani di Jalan MP Mangkunegara Palembang menggelar peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Kamis 25 Agustus 1945 yang dibacakan oleh Dr AK Gani, Kamis (24/8).(BP/IST)

Palembang,BP- Museum Pahlawan Nasional Dr Ak Gani di Jalan MP Mangkunegara Palembang menggelar peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Kamis 25 Agustus 1945 yang dibacakan oleh Dr AK Gani Kamis (24/8).

“Pergelaran ini bertujuan untuk memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 25 Agustus 1945 yang dibacakan oleh AK Gani tepatnya pada hari ini untuk mengingat jasa AK Gani dan memberi tahu masyarakat bahwa pembacaan teks Proklamasi di Kota Palembang lebih lambat, tepatnya pada 25 Agustus 1945 dibacakan oleh AK Gani,” kata Kepala Museum Dr AK Gani ,  Priyanti Gani .

Baca Juga:  Tak Senang Dilihat Saat Makan Model, Taufik  Tusuk  Hendra

Priyanti Gani menjelaskan, pergelaran tersebut merupakan yang pertama di Museum AK Gani.

“Ini atas inisiatif ketua dan pengelola museum, karena belum pernah diperingati sebelumnya. Jadi ini pertama kali dan langsung membacakan memakai teks Proklamasi yang asli dari Soekarno yang diberikan untuk AK Gani melalui Gubernur Sumsel pada waktu itu dibacakan di Kantor Wali Kota Palembang pada 25 Agustus 1945,” katanya.

Baca Juga:  5 Pejabat Pemprov Sumsel Disiapkan Sebagai Plt Kepala Daerah

Pembacaan peringatan teks Proklamasi dibacakan oleh Kasi Kasubdin Ideologi Wawasan dan Kebangsaan Kesbangpol Kota Palembang, Hendri Yanto.

“Sangat senang ditunjuk untuk membacakan teks proklamasi langsung, semoga bersama dapat mengenang jasa pahlawan AK Gani,” kata  Hendri Yanto.

Sekretaris Yayasan Pahlawan Nasional Mayjen dr AK Gani, Hasanuddin menambahkan dengan membaca menggunakan teks lama asli dari Soekarno dibacakan oleh AK Gani yang terlambat pada saat itu dikarenakan penyebaran kemerdekaan terlambat di Kota Palembang.

Baca Juga:  Segera Ajukan PAW dan Plt Pimpinan DPRD Sumsel

“Karena waktu dulu penyebaran kemerdekaan hanya melalui surat atau pengumuman, sedangkan alat media hanya ada radio namun masih dikuasai penjajah pada saat itu. Alasan tidak dibacakan di Kantor Wali Kota, lebih memilih di Museum AK Gani karena belum siap,” katanya.

Menurutnya AK Gani berperan penting bukan hanya membacakan teks kemerdekaan, tetapi dalam pembangunan Kota Palembang dan Provinsi Sumsel sangat berpengaruh.#osk

 

Komentar Anda
Loading...