Temuan Prasasti Baturaja Buka Jalan Penelitan Sriwijaya
#Penelitian Sriwijaya Harus Terus Berlanjut

Palembang, BP– Penelusur sejarah yang juga ahli planologi, M Avaniddin A, ST M si IAP mendukung upaya agar penelitian tentang Kedatuan Sriwijaya harus terus berlanjut. Walaupun dengan anggaran yang minim.
“Tapi saya melihat penelitiannya (Sriwijaya) tetap berlanjut oleh Balar walaupun dengan kondisi yang sangat minim. Saya lihat semangat para peneliti itu ada dengan melihat serpihan-serpihan yang ada , apalagi terkait dengan minanga ini khan adanya di luar kota Palembang bukan dalam kota Palembang, masih ada terbuka ruang untuk meneliti seperti kajian minanga ini guna memperkaya khazanah Sriwijaya, mungkin juga tempat-tempat itu belum terjamah ,” katanya, disela-sela acara tamasya ke Museum Sriwijaya dengan judul Mencari Minanga di Museum Sriwijaya yang di gelar, Komunitas Sahabat Cagar Budaya (SCB) bekerjasama dengan IAP Sumsel, Waseda University, dan The Heritage Opera, Minggu (31/7).
Bisa jadi menurutnya Minanga itu berada di OKU berdasarkan prasasti Baturaja.
“ Masih sangat besar peluang penelitian Sriwijaya di Palembang tinggal suport pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait anggaran,” katanya.
Untuk penelitian Minanga di OKU selama ini menurutnya belum ada dasarnya terakhir di temukan Prasasti Baturaja.
“ Ini seharusnya menjadi jalan untuk para peneliti melihat kearah sana,” katanya.
Selain itu dia berharap dengan perkembangan tehnologi penelitian arkeologi bisa lebih maju, terutama penemuan di Sungai Musi yang tidak bisa di indahkan dan sangat penting bagi sejarah Sumsel.
Sedangkan Pendiri Sahabat Cagar Budaya (SCB) Palembang, Robby Sunata menjelaskan acara mencari Minanga di Museum Sriwijaya ini dilakukan untuk menambah wawasan baru terkait Sriwijaya dimana biasanya yg dibahas adalah Sriwijaya nya sendiri.
“Tapi hari ini kita bahas nama tempat yang diduga menjadi domisili orang yang mendirikan Sriwijaya, tempat itu adalah Minanga. Acara ini juga dilakukan untuk mempopulerkan Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS). Acara ini dilaksanakan oleh SCB bekerjasama dengan IAP Sumsel, Waseda University, dan The Heritage Opera.” katanya.#osk