“Titik Terang” Drama Terbaru  Komunitas Drama Teriax SMA PGRI 2 Palembang 

133
Suasana persiapan pementasan drama yang berjudul Titik Terang  karya Muhammad Yunus ini merupakan produksi ke 10 Komunitas Drama Teriax SMA PGRI 2 Palembang.(BP/IST)

Palembang, BP– Pementasan drama yang berjudul Titik Terang  karya Muhammad Yunus ini merupakan produksi ke 10 Komunitas Drama Teriax SMA PGRI 2 Palembang.

 

“Pentas ini diadakan sebagai program tahunan komunitas drama Teriax yang diadakan satu tahun sekali dengan nama program PERAX 10.” Hal ini dijelaskan M Yunus disela-sela persiapan pementasan, Minggu, (24/7)

 

Pementasan teater kali ini belangsung selama 3 hari dari tgl 22 – 24 Juli 2022 di graha budaya Taman Budaya Sriwijaya Jakabaring. Dalam pementasan ini melibatkan 20 tim artistik, 10 tim manajerial dan 20 pemain.

Baca Juga:  Kecanduan Digital Jangan Terjadi Pada Anak Kita

 

Menurutnya antusias penonton  sangat tinggi terutama  didalam gedung yang diramaikan penonton yang kebanyakan generasi muda dan pelajar.

Pementasan kali ini menurutnya dimainkan oleh para pelaku yang merupakan siswa SMA PGRI 2 kelas XII dan XI, bahkan alumni dan pelaku seni teater dari kelompok independen berbaur dalam proses kreatif pementasan drama teriax tahun ini dengan semangat berproses yang tinggi.

 

Mengenai ide dan konsep cerita tetap berfokus pada isu dan masalah remaja, tahun ini mengangkat tema remaja dan pendidikan.

Baca Juga:  Sumsel kantung Suara Gerindra

“Tentang Ilmu dan Harta , merespon makin tingginya perilaku hedon para remaja, maka kami mengangkat tema untuk mengembalikan motivasi remaja ttg ilmu dan harta serta polemik yg muncul ketika mereka harus memilih pernyataan: miskin tapi cerdas atau kaya tapi bodoh.Pementasan ini membuat kami menyadari untuk membangun kerjasama dan percaya bahwa proses yg luar biasa capeknta tidak akan menghianati hasil” kata Agung Darmawan yg merupakan pemeran utama sebagai Garda dalam pementasan drama Titik Terang.

Baca Juga:  Pemkot Palembang Dukung Pentas Ekspresi Seniman Jalanan

Sementara Khairul yang juga sebegai pemain menambahkan membuat pertunjukan yang dilakukan selama 3 hari ini juga tak lepas dari kendala dana dan dukungan dari berbagai pihak.

“Tapi kita tidak akan pernah berkarya kalau dimulai dengan masalah dana, selagi percaya dengan kerjasama semuanya akan terlaksana meski sederhana.” Katanya.

Ditanyakan tentang harapan ke depan, Khairul berharap seni teater kota Palembang dikalangan remaja makin dicintai dan tumbuh sebagai geliat para remaja untuk terus bekarya inovatif dalam dunia pertunjukan.#osk

 

 

 

 

Komentar Anda
Loading...