Oknum Pegawai Anak Perusahaan PLN Diduga Gelapkan Uang Pelanggan

242
Rumah Nenek Nurbaya di Rumah Susun Kelurahan 26 Ilir Kecamatan Bukit Kecil yang gelap tak berlistrik lagi.

Palembang, BP – Nenek Nurbaya seorang janda tua warga Rumah Susun Kelurahan 26 Ilir Kecamatan Bukit Kecil mengalami nasib yang tragis menjelang bulan Suci Ramadhan.

Dirinya menjadi korban dugaan penggelapan dana pasang baru meteran listrik yang dilakukan oleh oknum vendor/pegawai anak Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Kejadian tersebut bermula ketika Nenek Nurbaya ingin melakukan pemasangan meteran baru di rumahnya pada tahun 2021 yang lalu.

Baca Juga:  Kapolda Sumsel Tangkap Polisi yang Mem-pungli-nya

Dirinya memberikan sejumlah uang kepada oknum vendor berinisial RZ dan salah seorang pegawai anak perusahaan PLN berinisial FZ sebagai biaya setor pasang baru dengan daya 900 watt.

Namun bukannya melakukan pemasangan meteran baru, oknum RZ dan FZ malah melakukan praktik ilegal dengan cara menyambungkan arus listrik dari tiang langsung ke rumah Nenek Nurbaya yang mengakibatkan rumahnya terkena sidak Operasi Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) dan mengalami kerugian pelanggaran pemakaian listrik.

Baca Juga:  Ditodong Pisau, Motor Dirampas

Kepada awak media, Nenek Nurbaya menyampaikan rasa ketakutannya saat didatangi oleh petugas P2TL

“Kami takut nian Cung, ado Polisi samo uwong PLN datang ke rumah Nenek nak nyabut listrik. Padahal kami sudah bayar” ujarnya.

Ia selama ini sama sekali tidak mengetahui jika dirinya telah dibohongi oleh oknum tersebut hingga mengalami kerugian jutaan rupiah.

Baca Juga:  Kembali Gelapkan Mobil, Oknum ASN Yang Juga Residivis Kembali Diamankan Polisi

Kini memasuki bulan Suci Ramadhan, Nenek Nurbaya harus menelan pil pahit karena rumahnya gelap gulita.

Hingga berita ini terbit, baik oknum RZ maupun FZ tidak bisa dihubungi dan tidak diketahui keberadaannya.

Kejadian tersebut menjadi catatan buruk bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN). (*)

Komentar Anda
Loading...