Banyak Lembaga dan Ormas Diusulkan Dapat Lintas Politika Award

264

Palembang, BP- Malam Anugerah Lintas Politika Award 2022 diperkirakan berlangsung meriah, apalagi yang bakal menerima penghargaan bukan hanya tokoh selaku pribadi tetapi juga institusi atau organisasi yang telah banyak memberikan pengabdian di tengah masyarakat.

“Kita memang ada katagori khusus untuk lembaga atau institusi yang telah terbukti memberikan pengabdiannya di tengah masyarakat. Banyak usulan yang masuk penghargaan diberikan kepada seperti Yayasan GANN Sumsel, Gencar, Dewan Kesenian Palembang, Bank Sampah Hijau Lestari, Yayasan Al Fattah. Lebih sepuluhan yang telah memberikan masukan,” ujar Direktur Ekseklutif Lintas Politika Indonesia Kemas Khoirul Mukhlis, Senin (14/2).

Baca Juga:  Sembilan Fraksi DPRD Sumsel Sampaikan Pandangan Umum Terhadap Raperda APBD Perubahan Sumsel TA 2022

Dijelaskan mantan Ketua KPU Palembang ini, sementara untuk tokoh juga telah banyak masukan yang diterima pihaknya. Semuanya nanti akan diseleksi dan dinilai oleh tim juri akan kelayakan atau tidaknya menerima penghargaan tersebut.

“Kami gembira karena banyaknya respon atas gelaran Lintas Politika Award kali ini. Apalagi secara spesial kami nantinya menghadirkan tokoh nasional Ahmad Sahroni yang merupakan politisi senayan sekaligus crazy rich tanah air,” imbuhnya.

Alasan memilih Sahroni, menurut Mukhlis karena melihat sosok yang juga Bendahara Umum Partai Nasdem ini sangat menginspirasi. Bahkan dari berbagai tayangan youtube terlihat bagaimana latar belakang Sahroni dengan biasa-biasa saja sehingga mampu menjadi salah satu tokoh nasional.

Baca Juga:  Sumsel Gencar Promosikan Asian Games ke Dunia Untuk Tingkatkan Wisatawan

“Khusus kaum muda Palembang, silakan hadir di sore hari Rabu tersebut (2 Maret, red). Kita menggelar acara Ngobrolin Mimpi Bersama Ahmad Sahroni. Pokoknya acaranya pasti keren sekaligus bisa mengenal lebih dekat sosok Sahroni,” tambahnya.

Malam Anugerah Lintas Politika Award 2022 diselenggarakan untuk keenam kalinya sejak 2015 lalu. Terakhir dilaksanakan 2019 dan selanjutnya tidak dilaksanakan karena pandemi covid 19. Untuk kali ini dijelaskan Mukhlis, pihaknya akan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat dan undangan terbatas. *hus

Komentar Anda
Loading...