Sumsel Gencar Promosikan Asian Games ke Dunia Untuk Tingkatkan Wisatawan

10

Provinsi Sumatera Selatan gencar mempromosikan ajang Asian Games ke-18 ke sejumlah negara Asia untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan pada saat kegiatan itu dilaksanakan di Palembang tahun 2018.

Alex1

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan promosi ini sudah dilakukan ke sejumlah negara ASEAN sejak awal tahun 2015, dan pada 2016 direncanakan ke negara-negara Asia.

“Promosi ini penting, karena Sumsel berharap bukan hanya sukses sebagai penyelenggara, tapi juga sukses menambah jumlah wisatawan sehingga industri ekonomi kreatif bisa meraup keuntungan,” ujar Alex.

Ia mengatakan, dalam promosi Asian Games tersebut, Sumsel menonjolkan mengenai keberadaan Kawasan Olahraga Jakabaring sudah sering dijadikan tempat menggelar ajang tingkat internasional.

Selain itu, promosi ini juga memperkenalkan tempat-tempat pariwisata di Palembang yang layak menjadi tujuan wisatawan asing.

“Mengenai lokasi wisata di Palembang ini akan dipercantik dan diperbanyak lagi, dan ini tugasnya Walikota,” katanya.

Selain gencar mempromosikan Asian Games, Sumsel juga akan merekrut sebanyak 3.000 relawan pada Desember 2015.

“Bukan hanya infrastruktur yang disiapkan Sumatera Selatan tapi juga Sumber Daya Manusianya. Khusus untuk relawan akan dilakukan `training` (pelatihan) terkait etika dan perilaku hingga kemampuan berbahasa Inggris,” kata  Alex.

Ia mengatakan, penyiapan SDM ini tidak dapat disepelekan karena mereka yang menjadi tenaga penghubung langsung ke para tamu negara.

Baca Juga:  Percepat Pembangunan Transportasi

“Semua sumber daya akan dikerahkan, mulai dari anak-anak SD hingga mahasiswa. Intinya, Sumsel sangat serius dalam menyiapkan diri karena ini bukan hanya harga diri daerah tapi harga diri bangsa,” katanya.

Sejak diputuskan sebagai tuan rumah Asian Games bersama DKI Jakarta, Sumsel terus berbenah untuk menjadi penyelenggara yang sukses terutama dalam pembangunan infrastruktur. adv

 

 

Jadi Tuan Rumah Asian Games Sumsel Gandeng PMI

Meski bukan merupakan daerah kaya, setidaknya Provinsi Sumatera Selatan telah memberanikan diri untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dalam pertemuan antara pengurus dan anggota Palang Merah Indonesia (PMI) di Dinning Hall Jakabaring Sport City (JSC) mengatakan, Sumsel bukan provinsi paling kaya, tapi sumsel paling berani menjadi tuan rumah Asian Games.

Dalam paparannya, Gubernur Sumsel menampilkan usaha pihaknya yang berhasil menyulap rawa-rawa yang berada di tengah Kota Palembang, menjadi komplek olahraga yang berada dalam satu kawasan. Kawasan olah raga tersebut telah mengantongi sertifikat berstandar internasional.

Untuk itu, pihaknya meminta Pengurus PMI Pusat dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Pusat. Dengan demikian, penilaian provinsi mana yang siap menyelenggarakan Asian Games 2018 dapat dilakukan sesuai fakta apa adanya.

Baca Juga:  PJ Bupati OKU H Teddy Meilwansyah Tinjau Langsung Progres Perbaikan Jembatan Gantung Karang Agung

Pelaksana Harian Ketua Umum PMI Ginandjar Kartasasmita setelah mendengarkan paparan dan melihat video tentang sekelumit kemajuan Provinsi Sumatera Selatan yang disampaikan oleh Gubernur Sumsel. Terlihat puas dan memberikan pujian.

“Inilah contoh bagaimana seorang kepala daerah. Peserta Jumbara, kalian bisa bangga punya pimpinan seorang gubernur seperti beliau. Kalau mencari teladan tidak usah jauh-jauh. Beliau bisa menyulap daerah rawa dalam satu tahun. Kalau dulu, Palembang sebagai pusat peradaban, dan akan menjadi pusat Asian Games 2018. Mudah-mudahan akan lebih banyak cabang olahraga di sini. Kalau tidak, Jakarta akan bertambah macet,” kata Ginandjar.

Pertemuan PMI ini, lanjut Ginandjar, merupakan kegiatan resmi memperingati Hari Jadi PMI, yang pendeklarasiannya hanya satu bulan dari Proklamasi Kemerdekaan, RI yakni pada 17 September, untuk menegakkan prinsip-prinsip kemanusiaan.

“Palang merah tidak membedakan warna kulit dan ideologi. Dalam perjuangan kemerdekaann, para relawan palang merah indonesia di Malang di tembak mati oleh Belanda. Karena tidak mau memberitahukan dimana gerilyawan berada,” katanya.

Adanya Palang Merah Remaja (PMR) dan organisasi Palang Merah di Perguruan tinggi mempunyai nilai penting dalam pergerakan Palang Merah Indonesia yag bergerak di bidang kemanusiaan.

Baca Juga:  Yansuri, Sosok Konsisten Berpolitik Raih Lintas Politika Award 2022

“Utama sekali, untu membangun jaringan di perguruan tinggi. Relawan perguruan tinggi sangat strategis. Karena semangat pengabdian tanpa pamrih, dapat dijadikan modal untuk dimiliki oleh pemimpin negara,” katanya.adv

 

KOMENTAR

 Jangan Lupa Warga Sumsel

Yanti Mochtar, Masyarakat

BOLEH-boleh saja dan wajib kita Road To Asean Games, tapi jangan lupa warga Sumsel sendiri sudah disosialisasikan di bawah mereka menjadi tuan rumah saat Asian Games nanti, artinya semua elemen masyarakat Sumsel harus dilibatkan dari sekarang untuk sadar wisata.

Dan untuk destinasi wisata kabupaten/kota infrastruktur dan fasilitas harus diperbaiki.

 

Palembang Pantas Selenggarakan Asian Games

Syaifullah, Pelaku Bisnis 

SAYA nilai Palembang sekarang sudah bisa disebut salah satu kota besar yang bisa disejajarkan dengan Medan, Jakarta Surabaya dan Ujung Pandang, jadi pantas saja untuk  menyelenggarakan Asian Games di Palembang, Bandung saja belum tentu bisa  untuk saat ini.

Walau sayang, seharusnya Asian Games itu hanya di Palembang saja tidak mesti melibatkan kota Jakarta.

Secara teritori, luas wilayah sarana prasarana dan akomodasi, pantas Asian Games diselenggarakan di Palembang, tanpa harus melibatkan Jakarta.

Komentar Anda
Loading...