KAHMI Sumsel Siap Dampingi Korban Kasus Pelecehan Mahasiswi Unsri

68
Terkait kasus pelecehan oknum dosen  Universitas Sriwijaya (Unsri) nampaknya membuat Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumsel yang diketuai  Joncik Muhammad angkat bicara.(BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP- Terkait kasus pelecehan oknum dosen  Universitas Sriwijaya (Unsri) nampaknya membuat Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumsel yang diketuai  Joncik Muhammad angkat bicara.

Menurut Joncik selain mengapresiasi gerak cepat aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas, melindungi serta memberikan rasa aman terkait penegakan hukum kasus pelecehan yang dilakukan oleh oknum dosen Unsri, pihaknya juga siap mengawal para korban melalui Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) KAHMI Sumsel hingga tuntas.

Baca Juga:  4 Tersangka Korupsi Tugu Tapal Batas Banyuasin-Palembang Ditahan

“Dan ini merupakan komiten dari kami, LKBH KAHMI Sumsel,” kata Joncik di ruang Fraksi PAN Sumsel, Senin (13/12).

 

Selain itu, KAHMI Sumsel juga berharap kepada semua pihak untuk tidak melebarluaskan permasalahan tersebut sehingga tidak melebar kemana-mana dan dipolitisi sedemikian rupa.

 

“Jangan sampai ini nantinya menimbulkan stigma negatif terhadap Universitas Sriwijaya. Apalagi hingga meminta sampai Rektor beserta jajarannya untuk mengundurkan diri,” kata Bupati Empat Lawang periode 2018–2023 ini .

Baca Juga:  Cabut Telegram Larangan Media, Kapolri: Kami Butuh Masukan Dari Masyarakat

 

Menurutnya dalam mengantisipasi kejadian tersebut terulang kembali, KAHMI Sumsel juga rencana akan meminta kepada pihak Unsri untuk membuat SOP yang jelas terkait penyelesaian tugas skripsi mahasiswa.

 

“Yang pasti, salah satunya untuk tidak melakukan bimbingan skripsi di ruangan yang tertutup,” katanya sembari pihaknya siap membuka posko pengaduan korban jika ada korban yang melapor ke pihaknya.#osk

Baca Juga:  Eksekusi Bangunan SIH Terancam Molor

 

 

Komentar Anda
Loading...