Tersangka Otori Dibawa Ke RS Jiwa di Palembang

278
Tersangka Otori Efendi alias Eef (BP/IST)

Palembang, BP—Setelah sempat dinyatakan kritis dan dirawat di salah satu rumah sakit di Baturaja, satu korban yang ditusuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), bertambah satu orang.

Korban yuang akhirnya meninggal dunia itu berinisial ER (35). Sementara pelaku diduga ODGJ, Otori Efendi alias Eef, sudah diamankan polisi.

Peristiwa menggerkan itu terjadi Jumat (26/11/) pukul 16.30 di Kampung 1 Desa Bunglai Kecamatan Peninjauan Kabupaten OKU.

Nama-nama korban masing-masing, Sari binti Sarifuin (45) Ibu rumah tangga ini tewas dengan kondisi luka tusuk di sekujur tubuhnya.

Baca Juga:  Janda Beranak Dua Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rusunawa

Korban berikutnya Ikrom bin Makmur tewas dengan luka tusuk perut sebelah kanan, kemudian Endang bin Munzakir (40) tewas.

Korban lainnya yakni Hendrijaya bin Sarifudin (33) tewas dengan luka tusuk perut bagian atas sebelah kiri. Korban terakhir adalah Erni binti Sarifudin (35).

Nyawa korban tak tertolong akibat luka serius di tubuhnya dan mengalami pendarahan cukup banyak.

5 Warga Desa Bunglai OKU Tewas Diamuk Orang Gila 

Pihak kepolisian masih akan memeriksaan kejiwaan pelaku ke RS Ernaldi Bahar (Erba) Palembang. Anggota Satreskrim Polres OKU, Sabtu (27/11) siang membawa pelaku berangkat ke Palembang.

Baca Juga:  Ali Saibi Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Tengah Lorong

Kasat Reskrim AKP AKP Hillal Adi Imawan Sik mengatakan, korban perbuatan tersangka ada lima orang yang meninggal dunia. “Satu orang meninggal menyusul saat di rumah sakit,” ujarnya.

Hanya saja mengenai motif pelaku menghabisi nyawa korban belum bisa diketahui. Pihaknya sudah melakukan pemeriksaan beberapa saksi. Untuk saat ini kita bawa dia ke RS jiwa di Palembang dan bagaimana hasilnya menunggu keterangan dokter.

Sementara itu, korban yang meninggal dunia beberapa orang masih memiliki hubungan keluarga. Rumah korban juga berdekatan. Hanya rumah tersangka yang jaraknya cukup jauh. Pelaku mendatangi para korban dengan tenang. Sehingga tidak ada kepanikan saat kejadian.

Baca Juga:  Kakanwil Kemenkumham Sumsel Hadiri Penganugerahan Predikat Opini Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik

Dari hasil introgasi awal, pelaku melakukan penganiayaan berat tersebut karena sakit hati ke salah satu korban. Karena korban, katanya, ada mengambil kartu ATM milik pelaku.

“Untuk memastikan apakah memang pelaku gangguan jiwa itu memang harus diperiksakan ke dokter. Dan saat diintrogasi pelaku terlihat sedikit ngawur saat berbicara. Saat ini pelaku sudah kita tahan dengan pengawasan ketat,” katanya. #osk

Komentar Anda
Loading...